BAGANBATU, datariau.com - Guna menangkal isu yang berkembang terkait pelaksanaan program PSR di kecamatan Bagan Sinembah yang tergabung di Koperasi Subur Makmur, Kepenghuluan Suka Maju, Kadis KP2 Rohil, KUD, Pendamping, Kontraktor dan masyarakat petani menggelar diskusi.
Dalam diskusi tersebut beberapa hal disampaikan para petani yang diantaranya terkait permasalahan bibit dan cara tanam serta terkait masalah umur bibit yang layak ditanam.
Kabid Perkebunan menyampaikan, bahwa ketentuan penanaman bibit sawit yang layak ditanam itu berusia 7 sampai 12 bulan dan itu sudah disampaikan langsung dari PPKS.
Kemudian lanjut Kabid, menegaskan bahwa tanggungjawab penuh pelaksanaan program PSR ini yang dimulai dari P0, P1, P2 dan sampai P3 yang sudah tertuang di RP3KS (Rencana kontrak adalah tanggung jawab pelaksana).
Bahkan untuk meyakinkan kepada masyarakat petani sawit yang ikut Program PSR, KUD juga telah melakukan langkah dengan memanggil langsung direktur PPKS Medan Prof Dr Agus Susanto untuk menjelaskan terkait legalitas dan teknis cara tanam bibit sawit
yang bersertifikat.
"PPKS Medan ini memiliki banyak lokasi pembibitan sawit yang tersebar di seluruh Sumatera dan salah satunya ada di Dalu-dalu," kata Kabid Perlebunan Ibnu Hajar.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Peternakan dan Perkebunan Rohil Isa Ahmadi mengajak kepada masyarakat khususnya petani sawit yang ikut program PSR jangan mudah terpengaruh dengan isu yang berkembang.
"Jika kurang paham maka sampaikan langsung unek-unek yang masih ragu kepada pengurus maupun penanggung jawab pelaksana program PSR," pintanya.
Menurutnya, dari ratusan hektar yang dikelola ini, tentunya tak 100 persen seluruhnya sama dan benar. "Jangan kesalahan kecil terus di besar- besarkan, mari kita selesaikan solusi melalui diskusi seperti ini," ajak Kadis Isa.
Selain itu, Isa mengajak kepada masyarakat petani sawit untuk tidak saling menyalahkan dalam pelaksanaan program PSR. Karena ini adalah program pemerintah untuk meningkatkan sumber daya dan kemajuan petani di Rohil.
"Sekali lagi saya mohon jangan mudah terpengaruh dengan isu-isu yang tak sedap yang hanya ingin menggemboskan program pemerintah ini, namun saya cukup terimakasih atas masukannya dan ini semua untuk kemajuan bersama," pungkasnya.