Media Online Desa Diharap Promosikan Keripik Tempe dan Nuget Tahu Petai Baru Kuansing

datariau.com
1.099 view
Media Online Desa Diharap Promosikan Keripik Tempe dan Nuget Tahu Petai Baru Kuansing
Foto: Ist.

KUANSING, datariau.com - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Universitas Riau berhasil menghadirkan Wisata Industri Pengolahan Tahu dan Tempe. Dimana, dua bahan itu disulap menjadi makanan kekinian nan enak yaitu keripik tempe fermentasi dan nungget tahu.

Kegiatan ini dilakukan bersama masyarakat Petai Baru kecamatan Singingi Kabupaten Kuansing, sebagai bentuk melaksanakan salah satu penerapan dari Tri Dharma perguruan tinggi yakni melakukan pengabdian kepada masyarakat secara umum baik berupa inovasi maupun berupa kreatifitas.

Salah satu bentuk pengabdian yang diadakan oleh universitas Riau adalah Kukerta jalur Tematik yang pada tahun ini bertemakan wisata.



Desa Petai Baru merupakan salah satu desa yang berada di Kabupaten kuantan Singingi kecamatan Singingi yang merupakan desa transmigrasi, dan merupakan salah satu desa dengan Kukerta tematik dengan fokus wisata industri tahu dan tempe.

"Latar belakang Desa Petai Baru yang merupakan salah satu desa dengan pengrajin usaha tahu dan tempe membuat kami berinovasi membuat olahan produk dari tahu dan tempe berupa nungget tahu dan keripik tempek," kata Koordinator Kukerta Ronaldi Aulia Putra, melalui rilis yang diterima datariau.com, Jumat (8/10/2018).

Dikatakannya, bahwa kegiatan ini dilaksanakan pada Rabu 8 Agustus 2018 lalu bersama dengan masyarakat Petai Baru, ibu-ibu PKK, Pengurus KUD dan BUMDES.

"Kegiatan ini menghadirkan narasumber ibu Eli Anita selaku pengusaha tahu dan tempe dan juga merupakan pengrajin batik Kuansing," terangnya.



Setelah proses pembuatan nugget tahu, lanjutnya, masyarakat juga diberikan pengetahuan mengenai cara mengolah keripik tempe fermentasi yang diharapkan mampu memiliki daya jual tinggi.

"Dengan adanya kegiatan ini diharapkan masyarakat desa mampu mengolah tahu dan tempe yang bernilai jual tinggi dan dapat dipasarkan melalui KUD dan BUMDES serta dapat dipasarkan melalui media online desa," pungkasnya. (rls)

Editor
: Riki
Sumber
: Datariau.com
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)