Masyarakat Desa Bina Sempian Masih Dambakan Infrastruktur yang Belum Kunjung Terealisasi

Datariau.com
677 view
Masyarakat Desa Bina Sempian Masih Dambakan Infrastruktur yang Belum Kunjung Terealisasi
Rahmad
Kondisi Jalan

MERANTI, datariau.com - Biasanya dari tahun ke tahun, sebuah lingkungan desa akan semakin berkembang dan sejahtera di era modernisasi ini. Bahkan sudah dapat menikmati infrastruktur, setelah melewati masa-masa yang belum pernah tersentuh oleh pembangunan apapun.


Tetapi tidak dengan Dusun Parit Gantung, Desa Bina Sempian, Kecamatan Rangsang Pesisir, Kabupaten Kepulauan Meranti, Riau. Desa pecahan dari Desa Kedabu Rapat itu masih dinilai terisolir.


Bagaimana tidak, pembangunan infrastruktur seperti jalan dan saluran tali air belum seutuhnya terealisasi. Sebelumnya sudah dijanjikan akan dibangun sejak masih bergabung dengan Desa Kedabu Rapat.


Padahal jika sudah dibangunnya jalan, otomatis akan memberikan efek bagi peningkatan ekonomi masyarakat. Demikian harapan yang diinginkan Atase, seorang warga Dusun Parit Gantung, Desa Bina Sempian, Kecamatan Rangsang Pesisir.


Ia mengakui, bila musim penghujan dan air pasang akan menyebabkan banjir setinggi lebih kurang satu meter. Akibatnya, lahan perkebunan seperti kopi, pinang, dan kelapa terendam air dan rentan akan mati.


"Kami mengalami kerugian, karena banyak kebun kopi kami yang sudah mati. Banjir itu terjadi dikarenakan kurang optimalnya tali air. Sebab kondisi tali air tersebut sudah dangkal akibat penurunan tanah," ungkap Atase, belum lama ini.


Tak hanya itu, jalan sebagai akses penting demi keberlangsungan kehidupan masyarakat sehari-hari juga masih miris.Terlihat hampir seluruh badan jalan rusak parah, dan serpihan pecahan batu berserakan.


Ia mengatakan, jalan sepanjang 3000 meter itu bakal ditimbun. Dananya bersumber dari APBD Kepulauan Meranti. Namun, upaya tersebut tidak tuntas akibat tidak selesainya proses pengerjaan.


"Jalan kami juga sangat parah. Dulu kami sudah mulai berlapang dada, setelah mendengar kabar jalan poros Desa Kedabu Rapat menuju Dusun Parit Gantung akan ditimbun memakai dana APBD Meranti. Tapi tidak jadi, karena pengerjaannya tidak selesai," ungkap dia.


Selain itu, masyarakat juga pernah mengusulkan pembangunan jalan tersebut lewat PNPM mandiri agar nantinya bisa disemenisasi.


"Kita usulkan lewat PNPM Mandiri untuk dibangun, namun semuanya batal," ujar pria yang sehariannya sebagai petani kopi itu.


Sementara Kepala Desa Bina Sempian, Pranoto mengungkapkan, jalan dan tali air di Dusun Parit Gantung memang perlu perhatian oleh Pemerintah Daerah. Pasalnya, kondisinya saat ini masih membuat masyarakat mengalami bermacam keluhan. 


"Iya harapan kita kepada pemerintah, kalau memang bisa dibangun, terutama jalan sebagai akses paling penting suatu daerah dalam mempercepat meningkatnya perekonomian masyarakat, yang kedua tali air. Iya kita minta semacam revitalisasi," ujar Pranoto, Rabu (9/1/2019) saat dikonfirmasi wartawan.


Pranoto juga mengakui, sudah beberapa kali memasukkan usulan ke Pemerintah Daerah agar bisa dibangun. Bahkan, setiap kali dilaksanakan musrenbang, ia selalu memprioritaskan infrastruktur itu agar bisa terealisasi.


"Kita sudah berkali-kali memasukkan usulan, bahkan saat ada musrenbang selalu kita memprioritaskan infrastruktur itu. Salah satunya itulah, jalan, tali air, dan tanggul. Namun belum ada respon dari pemerintah," terang dia.


Sebelumnya, lanjut Pranoto, jalan Dusun Parit Gantung pernah dilakukan proses pengerjaan semenisasi. Namun, upaya itu gagal dikarenakan tidak selesai.


"Dua kali pengerjaan tidak selesai semuanya. Jadi proyek ini seperti terkatung-katung gitu," katanya.


Lain halnya tali air, selain menyebabkan kebun para petani terendam karena banjir, masyarakat juga jadi kesulitan juga untuk melewatinya. Dengan begitu, dia berharap Pemerintah Daerah bisa tanggap dengan harapan masyarakat untuk membangun infrastruktur tersebut.


"Mudahan Pemerintah bisa respon dengan harapan kami saat ini yang belum terealisasi dengan maksimal," harap Kepala Desa Bina Sempian itu.(mad)

Penulis
: Rahmad
Editor
: Redaksi
Sumber
: Datariau.com
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)