Legislator Riau Dukung Jokowi Copot Kapolda Riau dan Pangdam

Bambang
2.631 view
Legislator Riau Dukung Jokowi Copot Kapolda Riau dan Pangdam
Presiden Jokowi ketika meninjau kebakaran lahan dan hutan

Pekanbaru, Datariau.com - Kebakaran lahan dan hutan (karlahut) kembali muncul di Riau. Masyarakat di Bumi Lancang Kuning pun akhirnya terpapar  kabut asap. Lantas bagaimana tanggapan  anggota DPRD Riau?

Wakil ketua DPRD Riau, Sunaryo meminta pemerintah segera melakukan penanganan yang intensif agar masalah karhutla ini tidak menyebar luas. 

"Dalam musrenbang beberapa waktu lalu, saya juga telah sampaikan, dalam penanangan karhutla ini pemerintah berfikir preventif jangan ada masalah baru sibuk," ucap Sunaryo.

Dan semua pihak sepakat, apa yang disampaikan Kapolri bahwa karhutla ini tanggungjawab bersama.

 Politisi Partai Amanat Nasional (PAN) itu melanjutkan, pihaknya mendukung sikap tegas Presiden RI akan mencopot Kapolda Riau dan Pangdam jika masih terjadi karlahut. "Kita mendukung (copot Kapolda Riau), tapi intinya masyarakat harus bahu membahu dalam penanganan karhutla ini," ujarnya.

Terpisah, anggota DPRD Riau, Aherson menilai peryataan Presiden RI memecat Kapolda Riau dan Pangdam merupakan 

hal wajar.

Sebab peringatan itu merupakan teguran kepada bawahannya agar karhutla ini tidak terjadi. "Dan soal setuju pencopotan Kapolda Riau dan Pangdam menurut saya wajar saja, sebab Jokowi adalah atasanya," sebutnya.

Menurut Aherson, kabut asap ini bencana nasional bukan lokal, dirinya berharap semua stakeholder terkait selalu intensif dalam penanganan karhutla, agar kondisi ini tidak terus terjadi lagi. 

"Sebenarnya ada beberapa faktor yang menyebabkan stakeholder tidak tuntas dalam penanganan karhutla. Seperti aturan standar penerbangan helikopter dalam penanganan karhutla yang tidak bisa bebas sembarangan sebab berkaitan dengan cost," terangnya.

Politisi Demokrat ini juga mengaku curiga terkait mekanisme penerbang helikopter ini, apakah penerbangan diberi waktu keliling menyurvei api atau menunggu berapa titik api baru bisa terbang. 

"Aturan seperti itu yang harus dipertimbangkan oleh pusat jangan orang melaksanakan tugas dikekang dengan aturan yang sempit yang pada akhirnya gak jalan juga. Soal menemukan api tidaklah sulit cuman pengawasan lagi bagaimana tidak terjadi lagi," pungkasnya.*

Penulis
: Bambang
Editor
: bambang
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)