Korlantas Polri Lakukan Pantauan Jalur Trans Sumatera Jelang Natal dan Tahun Baru 2020

Datariau.com
167 view
Korlantas Polri  Lakukan Pantauan Jalur Trans Sumatera Jelang Natal dan Tahun Baru 2020

DATARIAU.COM - Korlantas Polri melakukan pemantauan jalur trans Sumatera jelang Natal dan Tahun Baru 2020. Pemantauan dilakukan melalui jalur darat melewati Pelabuhan Merak, Pelabuhan Bakaheuni, Bandar Lampung hingga Palembang.


Kakorlantas Polri Irjen Istiono mengatakan, tahun ini diperkirakan akan adanya peningkatan pemudik. Oleh karena itu, anggotanya yang berada di Pelabuhan Merak dan Pelabuhan Bakauheni sudah siap dalam mengatur lalu lintas dan akan melakukan rekayasa apabila terjadinya antrean kendaraan.


"Kesiapan operasional tentunya Polda Banten tadi sudah menyiapkan langkah-langkah antara lain rekayasa lalu lintas dan antrean bila sampai menutup kilometer 93. Nanti akan dialih arus, kemudian kondisi pelabuhan yang regional dan eksekutif sudah dipisahkan. Saya pikir sudah mengcover pemudik yang diperkirakan tahun meningkat," kata Istiono dalam keterangannya, Selasa (17/12).


Ia menjelaskan, alasan akan meningkatnya para pemudik. Karena pada tahun ini akan ada daya tarik khusus bagi para pemudik atau wisatawan dalam menggunakan jalur darat untuk menuju ke Palembang.


"Tahun ini dibukanya tol dengan waktu tempuh biasanya dari Lampung menuju Palembang itu 9 sampai 10 jam, ini dengan adanya tol bisa mencapai 3 sampai 4 jam," jelasnya.


Selain melakukan antisipasi peningkatan kendaraan. Pihaknya bersama dengan instansi terkait yang ada di pelabuhan-pelabuhan juga melakukan persiapan dalam menghadapi apabila terjadi cuaca yang buruk.


"Di Pelabuhan Bakaheuni kita akan melakukan survei melihat pos pelayanan terpadu, pos polisi di jalan kita lihat. Kita lihat di Pelabuhan Merak sudah dititik-titikin, sudah disebar pos pelayanan pelabuhan. Nanti juga pos-pos terpadu kita terapkan di titik-titik jalan tol untuk Natal dan Tahun Baru," ujarnya.


Puncak Mudik 21-22 Desember


Selain itu, ia memperkirakan terjadinya kepadatan penyeberangan bakal terjadi pada 21-22 Desember 2019 dan kepadatan arus baliknya terjadi pada 2-5 Januari 2020. "(Untuk antisipasi truk besar) yang terpenting daya tampung. Bila antrean sampai kilometer 93. Perkiraan hendak 93 KM. Kita akan siapkan alih arus, parkiran upaya-upaya kita yang tepat bagaimana," ucapnya.


"Truk akan dilakukan pembatasan itu tanggal 21-22 Desember, diberlakukan sampai tanggal 25. Berarti tidak akan melintas. Pokoknya tidak melintas," sambungnya.


Lalu, terkait keamanan sendiri sudah disiapkannya pasukan Brimob yang dibantu oleh aparat TNI yang siap apabila dimintakan perbantuan bilamana terjadi sesuatu. "Seluruh Indonesia kurang lebih 160 ribu. Kalau Merak nanti kita detailkan lagi berapa maksimalkan," ucapnya.


Ia mengimbau terhadap para pemudik atau wisatawan, untuk lebih bersabar dalam pergantian transportasi dari darat ke laut. "Namun demikian kapal sudah optimal disiapkan saya yakin antrean tidak begitu lama. Tapi yang jelas masyarakat harus mempersiapkan dari sekarang, seperti dokumen surat-surat dan kesehatan pada mobilnya," tandasnya, (*)

Sumber
: Merdeka.com