Klarifikasi Terkait Bensin Bercampur Solar Berikut Penjelasan Manager SPBU 14.284.617 Ini

Datariau.com
1.499 view
Klarifikasi Terkait Bensin Bercampur Solar Berikut Penjelasan Manager SPBU 14.284.617 Ini
Foto: Hermansyah
Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) kode 14.284.617 Kecamatan Tualang Kabupaten Siak

SIAK, datariau.com - Terkait aduan konsumen perihal bahan bakar minyak jenis premiun diduga terkontaminasi solar dan mengakibatkan salah satu kendaraan konsumen tiba tiba mati mendadak dalam perjalanan setelah berjalan sejauh lebih kurang 3 kilometer.


Menurut keterangan sebelumnya konsumen tersebut membeli premium di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) kode 14.284.617 Kecamatan Tualang Kabupaten Siak pada Jumat (13/3/2020) pagi. Setelah di cek ke bengkel diduga premium tersebut diduga terkontaminasi solar.


Manager SPBU 14.284.617 Kecamatan Tualang milik PT OKTA ZE Noni Thresnidia ditemui di ruang kerjanya pada Selasa (17/3/2020) sekira pukul 10.00 WIB. Noni menjelaskan setiap kali pengiriman atau bongkar BBM pihak SPBU ini selalu melakukan pengecekan dan mengambil sample.


"Setiap pengambilan sample kita lakukan sebelum dilakukan pembongkar BBM dan sample setiap kali masuk (bongkar) selalu kita ganti dan di cocokan dengan CCTV kita cocokan laporan ADM. Setiap kali produk atau dua mobil tanki BBM itu masuk kita lakukan pengambilan dua kali sample baru bongkar," ujarnya.


Dijelaskan Noni terkait pertalite pada bulan lalu dan menyebabkan sepeda motor Honda Beat itu ngedet (mati) kita tidak dapat melakukan pengecekan sample itu kembali. Soalnya kejadian tersebut pada bulan lalu dan tidak adanya laporan atau aduan dari konsumen tersebut.

 

"Terkadang ada konsumen yang mengisi premium sebelumnya dan kemudian melakukan pengisian pertalite yang mengakibatkan kendaraan itu madet (merepet) dan seharusnya konsumen itu dapat mengisi dengan pertamax terlebih dahulu," tandasnya.


SPBU Kode 14.284.617 milik PT OKTA ZE Kecamatan Tualang Kabupaten Siak melansir Bahan Bakar Minyak (BBM) tersebut berasal dari Depot Dumai dengan sekali masuk truk tanki membawa 16 barel.


"Kalau itu kita lagi pengecekan kenanya dimana kita juga tidak tahu, soalnya penerimaan kita baik suhu maupun temperature cocok dan bagus baru di bongkar," pungkasnya.


Sedangkan kendaraan konsumen yang mengalami kerusakan sebelumnya dan mengadukan hal ini telah dilakukan musyawarah bersama kepada konsumen itu atas kerugian dengan kerusakan kendaraan konsumen tersebut.(Eman)

Penulis
: Hermansyah
Editor
: Redaksi
Sumber
: Datariau.com
Tag:Siak
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)