Kasang Kulim Zoo Bantah Pungut Rp2000 Untuk Wudhu

datariau.com
1.077 view
Kasang Kulim Zoo Bantah Pungut Rp2000 Untuk Wudhu
Anton Amirda, Pengawas KKZ.
DATARIAU.COM - Manajemen kebun binatang Kasang Kulim atau Kasang Kulim Zoo (KKZ) membantah adanya pungutan Rp2000 untuk biaya ambil wudhu di lokasi wisata satwa tersebut.

"Itu bisa kita sangkal, wudhu orang shalat kita gratis, memang untuk toilet kita kenakan biaya 2000 untuk biaya kebersihannya. Tapi untuk wudhu kita tegaskan sekali tidak dipungut biaya," tegas Anton Amirda, Pengawas KKZ saat dikonfirmasi datariau.com di lokasi KKZ, Sabtu (8/6/2019).

Dijelaskan Anton, bahwa pemberitaan yang sempat heboh di datariau.com soal pungutan Rp2000 itu hanya miskomunikasi, pihaknya telah memanggil langsung petugas jaga toilet dan menegaskan bahwa untuk sekedar ambil wudhu, pengunjung tidak dikenakan biaya.

Baca: Ambil Wudhu Bayar Rp2000 di Kebun Binatang Kasang Kulim

"Kecuali ke toilet kemudian yang bersangkutan juga wudhu, maka dikenakan 2000 untuk biaya toiletnya, bukan biaya wudhu," jelasnya.

Diterangkan Anton, bahwa pihak KKZ sangat memanjakan pengunjung yang ingin menikmati taman satwa di sana, mulai dari keamanan, kenyamanan, juga berkaitan tempat ibadah. Buktinya, setiap tahun selalu ada peningkatan yang dilakukan manajemen untuk melengkapi dan memaksimalkan fasilitas kebun binatang yang merupakan satu-satunya di Provinsi Riau itu.

"Fasilitas, kita sangat memanjakan pengunjung dengan adanya mushalla 2, kalau penuh di kantor juga ada, toilet setiap kantin kita ada toilet, ada 4 kantin dan mushalla ada toilet juga, ada 2 mushalla, pengunjung yang melihat binatang dijaga agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan, juga ada berbagai jenis permainan, alhamdulillah terjadi peningkatan dari tahun ke tahun semakin meningkat pengunjung kita," terang Anton.

Dikatakannya, bahwa peningkatan pengunjung setiap tahun ini juga dikarenakan KKZ juga melakukan inovasi-inovasi setiap tahunnya. Seperti tahun ini KKZ melakukan inovasi dengan membuat miniatur menara eiffel di depan taman, kemudian ada miniatur jam gadang khas Sumatera Barat, tempat selfie yang memiliki spot indah seperti sepeda besar, jembatan ranting, jembatan cinta, juga ada gajah yang bisa ditunggangi para pengunjung.

"Ini kita lagi progres, akan kita bikin tempat wudhu lebih banyak lagi di luar, in syaa Allah semua kita lakukan peningkatan sedikit demi sedikit, karena perlu kita ketahui bahwa KKZ ini merupakan milik pribadi, tidak ada bantuan dari pemerintah," terangnya.

Bahkan, lanjut Anton, untuk biaya makan satwa, pemeliharaan, serta honor para petugas di KKZ, murni dari biaya tiket masuk, maka dia berharap agar tempat wisata satwa yang merupakan ikon Provinsi Riau ini bisa mendapat perhatian dari pemerintah.

"Karena KKZ ini masuk lembaga konservasi dari BKSDA, kita berharap kiranya pemerintah bisa memberikan perhatiannya, agar lokasi ini menjadi ikon Provinsi Riau sebagai taman rekreasi satwa, karena selama ini semua operasional di sini masih tergantung pada tiket, biaya perawatan, pakan, kesehatan, gaji anggota, semua ditutupin pakai uang pendapatan jual tiket masuk, mohon kiranya perhatian pemerintah," harap Anton.

Terlebih lagi, transportasi umum akses ke KKZ hingga saat ini masih belum ada, dan ini menjadi komplen masyarakat selama ini, karena mengingat Jalan Kubang Raya sudah sewajarnya ada transportasi umum yang menghubungkan Simpang Panam dan Simpang Kubang.

"Selama ini komplen masyarakat tidak ada angkutan umum sampai ke kebun binatang ini, mudah-mudahan kedepan bisa menjadi perhatian pemerintah," pungkasnya. (rik)
Penulis
: Riki
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)