Inilah Penyebab Meninggalnya Guru ICS di Pekanbaru

Ruslan
1.696 view
Inilah Penyebab Meninggalnya Guru ICS di Pekanbaru
Gambar: Google
Ilustrasi

PEKANBARU, datariau.com - Kapolsek Bukit Raya Kompol Pribadi menjelaskan, guru International Creative School (ICS) Pekanbaru, Wahyu Ihdia (36) yang ditemukan tewas di dalam kamar mess diduga sakit.

"Diduga penyebabnya karena sakit," kata Pribadi.

Sebelum ditemukan meregang nyawa, Senin (13/8/2018), disebutkan Pribadi, korban sempat mengungkapkan kepada rekannya sesama guru, jika dia sedang sakit.

"Korban juga meminta izin tidak masuk mengajar pada Jumat (10/8/2018) karena hendak ke Kantor BPJS mengurus administrasi untuk berobat," papar Pribadi lagi.

Kapolsek menambahkan, dari hasil pemeriksaan pada tubuh korban, tidak ditemukan adanya tanda bekas kekerasan.

Di dalam kamar mess yang dihuni korban, ditemukan banyak obat-obatan. Termasuk surat pengurusan berobat BPJS.

Diberitakan sebelumnya, pria bernama Wahyu Ihdia (36), seorang guru yang mengajar di Internasional Creative School (ICS) Pekanbaru ditemukan meregang nyawa.

Jasadnya ditemukan di dalam kamar mess ICS di Jalan Melati, Kecamatan Bukit Raya, Pekanbaru, Senin (13/8/2018).

Menurut informasi yang diterima Tribun, penemuan jasad korban berawal saat seluruh karyawan dan guru ICS, melaksanakan kegiatan briefing pagi.

Saat itu, korban tak tampak batang hidungnya. Sehingga karyawan dan guru lainnya, berinisiatif untuk mencari korban di mess tempat dia tinggal.

Sampai di mess korban, para saksi mencium bau yang menyengat. Pintu kamar korban juga dalam keadaan terkunci dari dalam.

Letika dilihat dari jendela, terlihat tubuh korban dalam posisi terlungkup di depan pintu kamar mandi dengan menggunakan baju kaos oblong biru dan celana pendek warna coklat.

Curiga dengan hal itu, pihak sekolah lalu menghubungi kepolisian. Tak berapa lama kemudian, petugas dari Polsek Bukit Raya bersama Tim Identifikasi dari Polresta Pekanbaru. Saat masuk ke dalam kamar, petugas mendapati tubuh korban dalam posisi tertelungkup dekat pintu kamar mandi.

Setelah dilakukan olah TKP, jasad korban selanjutnya dievakuasi dengan ambulance ke RS Bhayangkara Polda Riau. Sebelumnya, Tribun bersama awak media lain mencoba untuk melakukan peliputan di lokasi penemuan mayat tersebut. Namun oleh petugas keamanan tidak diperkenankan masuk ke dalam komplek ICS tersebut. Bahkan melihat kehadiran wartawan, pintu pagar langsung ditutup. 

Sementara itu, Kapolsek Bukit Raya Kompol Pribadi saat dikonfirmasi membenarkan perihal adanya penemuan mayat di mess ICS.

"Korban merupakan guru. Jasadnya ditemukan di dalam mess sekolah," sebut dia.

Editor
: Ruslan Efendi
Sumber
: tribunnews.com
Tag:
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)