Ini Tanggapan Ketua KPID Riau Terkait Iklan yang Dinilai Menyudutkan Ulama

datariau.com
886 view
Ini Tanggapan Ketua KPID Riau Terkait Iklan yang Dinilai Menyudutkan Ulama
DATARIAU.COM - Menanggapi iklan layanan masyarakat yang kontroversial dan menuai protes masyarakat Riau, Ketua Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Provinsi Riau Falzan Surahman, belum mau memberikan keterangannya saat dikonfirmasi tadi malam.

Ia menyebutkan bahwa keterangan resmi terkait iklan layanan masyarakat yang disiarkan di lembaga penyiaran radio, tv kabel serta diposting di akun instagram resmi KPID Riau tersebut akan disampaikannya Selasa (25/12/2018).

"Besok di kantor kita akan jelaskan terkait postingan tersebut," kata Falzan pada Senin (24/12/2018) saat dikonfirmasi.

Iklan layanan masyarakat itu sendiri sudah dipublikasi sejak 17 Desember lalu di akun Instagram resmi KPID Riau serta telah pula diputar di sejumlah radio.

Dalam iklan itu KPID mencoba menyampaikan pesan agar masyarakat dapat memilah informasi hoax dan melaporkannya ke KPID. Namun yang menjadi persoalan adalah dalam iklan itu dicontohkan berita hoaxnya tentang salah satu ustaz kondang di Riau yang menghamili jamaahnya sendiri.

Postingan ini pun sempat mendapatkan kritikan dari netizen. Namun demikian pihak KPID langsung mencabut postingan tersebut setelah konfirmasi dilakukan. Hingga saat ini, link postingan tersebut sudah tidak dapat lagi diakses.

Karena setelah viral di media sosial, admin instagram Komisi Penyiaran Daerah Indonesia (KPID) Riau menghapus video yang dinilai menyinggung ulama.

Video di instagram tersebut diupload pada tanggal 17 Desember 2018 lalu dan  Senin (24/12/2018) sudah tidak terlihat lagi di akun instagram KPID.

Sementara itu salah seorang Komisioner KPID Riau Asril Darma mengaku baru mengetahui materi iklan tersebut dari sejumlah warga.

"Waduh, saya pun baru lihat setelah dishare kawan-kawan... Itu Iklan ILM (Iklan Layanan Masyarakat) yang produksi pihak ketiga. Sudah kita tarik langsung dan minta mereka ubah," ujarnya.

Isi iklan tersebut dinilai sensitif dan menyinggung salah satu kelompok masyarakat, terutama kaum ulama. Iklan layanan masyarakat tentang KPID Riau ini bercerita tentang berita bohong alias hoax dan siaran tidak berkualitas.

Diawali dengan seorang pria yang mendengarkan siaran radio melalui ponselnya. Di siaran itu disebutkan seorang ustaz kondang dari Riau menghamili jemaahnya sendiri. Pada bagian inilah yang memicu kontroversi masyarakat di Riau.

"Kok iklannya seperti ini, inikan sensitif. Kenapa mesti membuat perumpamaan seorang ustaz yang menghamili jemaahnya sendiri, kenapa bukan mencontohkan yang lain," kata Rizal, salah seorang warga Pekanbaru.

Sebenarnya dalam iklan ini juga bercerita tentang konten siaran televisi yang tidak mendidik dan bagaimana cara melaporkannya. Di akhir iklan disebutkan bagaimana cara masyarakat melaporkan isi siaran yang tidak berkualitas dan meresahkan tersebut melalui KPID Riau. (*)
Editor
: Redaksi
Sumber
: Cakaplah.com
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)