SIAK, datariau.com - Hari ini, bertepatan dengan Hari Buruh Internasional (May Day), 1 Mei 2018. Setelah upayanya beberapa waktu lalu yang berkeinginan menduduki kembali lahan yang telah digarap masyarakat di Pematang Tiga Rawang Air Putih Kabupaten Siak Provinsi Riau, Selasa (1/5/2018).
Samin kembali berupaya dan berkeinginan besar untuk merebut (menguasai) kembali lahan eks hak pakai tersebut dengan menggunakan lebih kurang sebanyak 23 orang Security Bertuah Nusantara Pekanbaru (BNP). Klimak upaya paksa untuk menghentikan aktifitas masyarakat di areal kebun itu terjadi, Selasa (1/5/2018).
Dari keterangan salah seorang Ketua RT07 Rawang Air Putih, Suratmin mengatakan bahwa dirinya sempat diusir saat sedang bekerja di areal perkebunan tersebut sehari sebelumnya. Dijelaskannya, saat itu ia pun diperlakukan dengan tidak baik dan lebih arogan ketika seluruh warga yang berada diareal tersebut diusir, kemudian diminta agar tidak bekerja.
"Kita diminta keluar dari areal kebun. Dan kejadian ini pun untuk yang kedua kalinya, modelnya hampir serupa. Hanya saja, pelakunya dari korp berbeda. Bahkan, intimidasi itu terus dilakukan dengan sebutan, kalau tidak mematuhi akan diancam kalau terjadi apa-apa bapak juga repot," terang Suratmin menceritakan.

Hal senada juga terjadi kepada salah seorang warga bernama Misni yang mengaku diusir untuk meninggalkan rumah yang telah ditempatinya itu. Sebab, Misni bekerja dilahan milik kerabatnya yakni Ali Masruri, ia juga menceritakan bahwa Misni hanya pekerja melainkan bukan sebagai pemilik lahan.
Namun dengan arogansi beberapa Security hingga memaksa Misni untuk keluar dari kediamannya (rumah) miliknya dan harus mengosongkan kediamannya tersebut.
"Saya sempat mengatakan bahwa saya hanya sebagai pekerja di lahan lebih kurang seluas 6 hektar tersebut. Saat itu diminta untuk memanggil pemiliknya, dan saya panggil. Setelah datang, mereka bicara dan saudara Ali pergi lagi karena sempat ada prmbicaraan silahkan laporkan ke Polres. Saya juga dipaksa mengosongkan rumah ini, kalau tidak rumah yang saya tempati ini akan dibongkar," Misni mengisahkan.
Dengan demikian warga yang tidak dapat berbuat banyak (tidak bekerja), sehingga mengadukan kejadian tersebut kepada Penghulu Rawang Air Putih Zaini. Zaini pun mengubris terhadap aduan warganya tersebut, dan atas laporan warganya itu Zaini bergegas mengadukan peristiwa (kejadian) itu dan berkoordinasi dengan Bhabinkamtibmas dan Babinsa setempat.
Selanjutnya, Zaini melaporkan hal itu ke Mapolsek Siak dan diterima langsung oleh Kapolsek Siak Kompol Abdul Rahman. Bahkan tak sampai disitu, jajaran Polres Siak pun harus turun dari beberapa satuan ke lokasi Base Camp Security-security tersebut berada.
Sehingga pertemuan dua belah pihak antara Kapolsek jajaran Kepolisian Resort (Polres) Siak dengan Security yang meminta agar pihak Security yang bertindak tetap mematuhi aturan dan hukum yang berlaku. Dan untuk itu pihak kepolisian pun meminta agar Security-security itu tidak melarang masyarakat untuk beraktifitas kembali.
"Kalau mau mempermasalahkan kepemilikan, silahkan lakukan di lembaga hukum. Jangan main tindakan sendiri dengan cara-cara preman. Dan saya minta Security tidak mempermalukan kepolisian, karena Security adalah Swakarsa Kepolisian dan pasti dalam pembinaan polisi," beber Kapolres Siak AKBP Ahmad David SIK melalui Kasat Reskrim Polres Siak AKP Hidayat Perdana SIK SH yang didampingi oleh Kapolsek Siak Kompol Abdul Rahman saat itu.
Menanggapi hal tersebut, Kapolres Siak AKBP Ahmad David SIK melalui Waka Polres Siak Kompol Abdullah Hariri meminta agar Security dapat menjalankan tugas-tugasnya sesuai prosedur dan tetap taat dengan hukum.