PEKANBARU, datariau.com - Tim sepakbola U-14 Kabupaten Kampar yang mewakili Riau dalam Kejuaraan Nasional piala Menpora U-14 Seri Nasional di Bali, mengaku tidak ada bantuan dana dari Pemerintah Kampar maupun Pemerintah Provinsi.
Hal ini memaksa Pelatih dan Official berhutang mencapai Rp40 juta untuk membiayai kejuaraan selama di Bali, bahkan untuk pulang ke Riau, mereka harus naik travel jalur darat dari Bali yang memakan waktu kurang lebih 2 hari 2 malam untuk sampai ke Kampar lagi.
Pelatih Tim U-14 Kampar Triono kepada wartawan mengatakan, bahwa Tim U-14 Kampar menjadi juara tingkat Provinsi Riau dan harus mengikuti Kejuaraan Nasional di Bali pada tanggal 2 September yang lalu.
Karena waktu singkat dan bantuan dana tidak ada dari Pemkab Kampar maupun Provinsi Riau, dirinya selaku pelatih setelah berkonsultasi dengan official memutuskan tetap berangkat dengan meminta bantuan dana dari orangtua pemain untuk berangkat, dengan harapan manager dan pengurus bisa berupaya mendapatkan dana selama anak-anak sedang bertanding. Namun apa dikata, sampai kejuaraan selesai dana yang diharapkan tidak ada juga.
"Sebagai pelatih saya tentu bertanggung jawab atas anak didik saya, maka saya melakukan konsultasi dengan official dan kita mengambil kesimpulan bahwa kita tetap berangkat dengan meminta bantuan kepada orangtua pemain," tuturnya.
Triono menyampaikan bahwa ekonomi orangtua dari pemainnya tidak semua mampu, bahkan ada anak yatim. Triono mengatakan dirinya bisa saja membatalkan keberangkatan, namun tentu pemain akan menjadi korban mental.
"Mereka bisa jatuh dan akan malas-malasan dalam latihan karena tidak mustahil dari U-14 ini akan lahir pemain-pemain berbakat yang mengharumkan nama Riau ke depan," urainya.
"Bagi kami pelatih dan official, bukan juara yang menjadi motivasi utama, tapi bagaimana anak didik kami bisa banyak bertanding dan mengasah mental mereka menghadapi tim-tim provinsi lain," lanjutnya.
Triono juga menjelaskan bahwa sesampainya rombongan di Pekanbaru, dirinya mendapat telepon dari Anggota DPRD Provinsi Riau Fraksi Amanat Nasioanal Ade Hartati Rahmad MPd, yang mengundang rombongan ini makan di rumahnya. Padahal menurut Triono, dirinya tidak mengenal Ade Hartati karena berbeda kabupaten.
"Alhamdulilah kami mendapatkan jamuan makan dari bu Ade Hartati dan menampung keluh kesah kami dan bu Ade akan berusaha mencarikan solusinya," ucap Triono.
Ade Hartati Rahmad Mpd kepada wartawan mengatakan, bahwa dirinya ikut prihatin dengan kondisi yang dialami tim sepakbola U-14 Kampar yang mewakili Riau dalam kejuaraan nasional di Bali. Dimana, pelatih dan official harus berhutang untuk berangkat maupun pulang.
"Sejatinya ini tidak perlu terjadi kalau ada kebijakan dari pemerintah Kampar maupun Provinsi Riau. Olahraga tidak harus juara yang dipikirkan tapi bagaimana mengasah mental dan memotivasi pemain agar bisa meningkatkan kemampuan mereka dalam bertanding," kata Ade.
Ditambahkan Ade, bahwa tidak mustahil dari tim yang ada sekarang ini akan lahir "Mesi" dan "Ronaldo" bangsa ini. (aca)