Dugaan Permainan Paket Proyek di Dinas Perkim Pekanbaru, Walikota Angkat Bicara

Datariau.com
1.639 view
Dugaan Permainan Paket Proyek di Dinas Perkim Pekanbaru, Walikota Angkat Bicara

PEKANBARU, Datariau.com - Wali Kota Pekanbaru Dr H Firdaus ST MT menegaskan 100 persen paket proyek yang berada di Dinas Perumahan dan Permukiman (Perkim) Kota Pekanbaru memang diserahkan atau dikerjakan oleh pihak ketiga.

 

Adapun aturan main terhadap pelimpahan pengerjaan seluruh paket proyek tersebut tentu harus didasari dengan Undang-Undang yang berlaku atau sesuai dengan aturan yang dibuat oleh Presiden dalam sebuah ketentuan.

 

"Semua proyek di Dinas Perkim hampir 100 persennya memang 'diperjualbelikan' dalam arti yang positif. Tidak ada swakelola, kecuali kegiatan yang sifatnya pemberdayaan untuk masyarakat yang diserahkan langsung ke Organisasi Masyarakat Setempat (OMS)," kata Wali Kota Kamis (26/7/2018).

 

Adapun prosedur pelimpahan paket proyek tersebut dijelaskan Wali Kota pada dasarnya juga harus melihat seberapa besar nilai dan sifat paket proyek tersebut untuk 'diperjualbelikan' ke pihak ketiga.

 

"Tentu saja itu semua harus ikut aturan mainnya. Kan ada dilaksanakan lelang terbuka, Penunjukan Langsung (PL), maka aturan yang berlaku itu tidak bisa dilanggar," kata Wali Kota lagi.

 

Disinggung, terkait adanya informasi tentang dugaan pelanggaran pengerjaan paket proyek yang terendus dipemberitaan media dalam sepekan terakhir di dinas yang beralamat di Jalan Parit Indah ini, Wali Kota sangat menyayangkannya dan berharap itu tidak benar.

 

"Kalau memang itu terjadi, itu namanya tidak fair. Kan sudah ada aturan mainnya. Jadi kalau aturannya sudah dilanggar, maka ada hukum juga yang akan memprosesnya. Kita akan coba cermati dan dalami dugaan ini dan jika teman-teman di Perkim memang tidak amanah, mereka harus siap bertanggung jawab secara hukum," tegasnya. 

 

Penulis
: Kurniawan
Editor
: Redaksi
Sumber
: Datariau.com
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)