Asal Muasal Keunikan Jembatan Batu di Laut yang Kini Jadi Ikon Flores

1.420 view
Asal Muasal Keunikan Jembatan Batu di Laut yang Kini Jadi Ikon Flores

DATARIAU.com - Salah satu objek wisata khas dan unik di Pulau Koja Doi, Kecamatan Alok, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur, adalah jembatan batu. Jembatan ini menjadi sarana penghubung pulau Besar dan pulau Koja Doi,Sabtu (26/10/2019). 

Jembatan batu sepanjang 680 meter itu terbuat dari susunan bebatuan. 

Jembatan itu dibangun untuk memudahkan warga pulau Koja Doi menuju pulau Besar. Sebelumnya, warga harus menggunakan perahu untuk mengakses fasilitas seperti sekolah dan poliklinik di pulau Besar.

La Mane Untu (78), salah seorang tokoh masyarakat pulau Kojadoi, menceritakan jembatan batu dibangun puluhan tahun silam. 

Ketika itu, tepat pada tahun 1979, ia menjabat sebagai kepala desa Koja Doi mengirim surat ke bupati Sikka mengatasi serangan hama babi hutan yang merusak tanaman pertanian warga. 

Menanggapi surat itu, bupati Sikka pun meminta bantuan TNI Kodim 1603 Sikka.

"Selama seminggu tidak mendapatkan seekor babi pun. Mereka menemui saya dan mengatakan kalau bisa kami bantu kerja apa. Saya katakan, warga sudah lama ingin bangun jembatan batu," cerita Mane kepada  Kompas.com.

Ia melanjutkan, tentara pun sepakat dengan permintaan warga. Bersama warga pulau Besar dan Koja Doi, mereka bekerja selama tiga minggu membangun jembatan batu setinggi 1,5 meter dan lebar 1 meter.I Iamenjelaskan, material jembatan itu diambil dari batu karang. 

Kemudian, pada tahun 1983, masyarakat memperbaiki jembatan dengan bantuan dana padat karya dari pemerintah pusat.

"Kami tidak mengambil karang hidup dari laut, tetapi karang mati yang berada di tepi pantai dan daratan," jelas Mane. (*)

Editor
: Putri
Sumber
: Kompas.com
Tag:
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)