Akibat Kabut Asap, Sekolah di Malaysia Diliburkan

Bambang
456 view
Akibat Kabut Asap, Sekolah di Malaysia Diliburkan
Ist
Ilustrasi kabut asap yang melanda Pekanbaru

Datariau.com  - Kebakaran  hutan dan lahan ternyata bukan saja terjadi di Pulau Kalimantan dan Sumatera. Di negara tetangga Malaysia juga mengalami hal serupa. Sehingga menghasilkan kabut asap  yang sudah dilevel  mengkhawatirkan. Selain amat berdampak pada gangguan kesehatan juga mengganggu proses belajar dan mengajar.  Akibatnya, sudah banyak sekolah yang diliburkan. 

Departemen Pendidikan Kota Sarawak, Malaysia meminta sekolah - sekolah ditutup sementara menyusul memburuknya udara akibat kabut asap kebakaran hutan di wilayah itu.

Dilansir dari The Star, Senin (9/9/2019), Indeks Polutan Udara (API) di Malaysia melebihi angka 200, akibat kebakaran lahan di wilayah tersebut yang diduga berasal dari upaya pembukaan lahan.

Para kepala sekolah diminta melapor ke dinas pendidikan wilayah  masing - masing perihal penutupan tersebut.

"Sekolah - sekolah dapat kembali dibuka ketika API telah berada di bawah 200," demikian pernyataan Departemen Pendidikan Kota Sarawak.

Departemen menyatakan langkah tersebut tertuang dalam surat edaran Kementerian Pendidikan Malaysia per tanggal 15 Januari 2019 tentang kesehatan dan keselamatan siswa di wilayah kritis terdampak kabut.

Sementara itu para orangtua khawatir kabut yang mengelilingi kota Sarawak akan berdampak pada pelaksanaan Ujian Penilaian Sekolah Rendah (UPSR).

Namun, surat edaran Departemen Pendidikan memastikan ujian sekolah tetap dilakukan sesuai jadwal. Hanya saja, dewan pengujian akan menunda ujian jika indeks API mencapai lebih dari 300.

Selama kondisi berkabut para siswa diminta menggunakan masker dan minum air putih lebih banyak.

Hingga Senin sore waktu setempat, dua wilayah di Sarawak terpantau dengan indeks pencemaran udara di atas 200, yakni Sri Aman (248) dan Kuching (245).

Lima kasus kebakaran lahan baru dilaporkan terjadi pada Ahad (8/9/2019) kemarin, sehingga total kasus kebakaran mulai 1 September menjadi 124 kasus.

Asisten Direktur Departemen Kebakaran dan Penyelamatan, Tiong Ling Hii mengatakan anggotanya masih melakukan upaya pemadaman di delapan lokasi.

Ia menyebut ada beberapa titik kebakaran, termasuk di Jalan Camar dan Kampung Pinggan Jaya yang diduga menjadi penyebab kebakaran yang dilakukan oleh petani untuk membuka lahan.*

Editor
: bambang
Sumber
: Cnnindonesia.com
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)