Didepan Perdagangan Internasional, UMKM Meranti Jangan Jadi Penonton Saja

Datariau.com
625 view
  Didepan Perdagangan Internasional, UMKM Meranti Jangan Jadi Penonton Saja
Rahmad
Deputi Pengembangan Sumber Daya Manusia Kementerian Koperasi dan UKM RI, Khalif Mujtahid didampingi Sekretaris Dinas Perdagangan Perindustrian Koperasi dan UKM Kepulauan Meranti, Rudi Alhasan saat diwawancarai wartawan.

MERANTI, datariau.com - Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) RI membantu mempersiapkan UMKM Kepulauan Meranti menjadi dikenal dimata perdagangan internasional. Upaya ini dilakukan karena geografis Meranti yang berpulau berada tepat didepan negara tetangga yakni, Malaysia dan Singapura.


Langkah ini diberikan khusus bagi kawasan lokasi prioritas (lokpri) daerah perbatasan oleh Badan Nasional Pengelolaan Perbatasan (BNPP) RI. Sehingga UMKM Meranti bisa meningkatkan pertumbuhan ekonomi hingga masa akan datang.


"Kita diminta BNPP untuk membantu meningkatkan perekonomian masyarakat perbatasan. Salah satunya Kementerian Koperasi dan UKM memberikan pelatihan untuk meningkatkan mutu produk yang ada di Meranti," ujar Deputi Pengembangan Sumber Daya Manusia Kementerian Koperasi dan UKM RI, Khalif Mujtahid saat diwawancarai wartawan, Selasa (2/4/2019) lalu.


Daerah perbatasan secara tidak langsung, menurut Khalif, tentang perdagangan antar negara ini pasti akan terus tumbuh. Disitu Kementerian akan memberikan pusat pelatihan kepada UMKM milik masyarakat perbatasan.


"Jadi kita tidak menjadi penonton saja. Mereka nantinya dapat memanfaatkan jalur perdagangan itu untuk pengembangan kehidupan, khususnya di kecamatan perbatasan yang ada di Kepulauan Meranti. Tempatnya khusus bagi lokasi prioritas daerah perbatasan yang sudah ditentukan BNNP," terang dia.


Kementerian Koperasi dan UKM RI optimis memprioritaskan untuk memfasilitasi bagaimana meningkatkan mutu dan kualitas usaha UMKM Meranti. Dari mutu yang sudah meningkat, maka produk tersebut layak diperjualkan ke luar negeri, khususnya Malaysia dan Singapura.


"Intinya seperti itu sebenarnya. Tapi kalau untuk kemasan produk belum ya, kalau bisa dinas terkait disini bisa mengusulkan ke Kementerian," kata Khalif.


Jika memang ada anggarannya tahun depan, diakui Khalif, Kementerian akan membantu Kepulauan Meranti untuk melakukan pembinaan peningkatan kualitas sumber daya manusia Koperasi dan kemasan UMKM.


"Step by step lah, karena anggaran kita juga terbatas. Kebetulan ada beberapa kabupaten kota yang sudah dilakukan seperti itu. Jadi kita akan lakukan persiapan sebelum dunia perdagangan itu berjalan jauh," tutur Khalif lagi.


Sementara Sekda Kepulauan Meranti, Yulian Norwis SE MM meminta Dinas Perdagangan Perindustrian Koperasi dan UKM Kepulauan Meranti agar menginventarisir semua Koperasi dan UMKM di Meranti, khusus yang berada di daerah perbatasan. Sampai sejauh mana perkembangannya. 


"Apa saja yang harus kita kembangkan. Ini yang sangat penting dan jangan dibiarkan," pinta Yulian Norwis.


Selain itu, soal akses untuk pendistribusian produk UMKM perlu dimaksimalkan. Karena jika jalur akses tidak maksimal, otomatis produk yang akan diperdagangkan bakalan tidak dapat diekspor keluar daerah dengan baik.


"Meranti itu identik dengan berpulau-pulau, dengan begitu membuat pendistribusian dan transportasi jadi hambatan buat kita. Makanya kita berupaya agar akses untuk jalur distribusi bisa lancar. Melalui transportasi nanti bagaimana bisa bersinergi antara akses perhubungan darat dan laut. Supaya semua produk yang dihasilkan oleh UMKM kita bisa sampai ke tempat tujuan," jelas Sekda Kepulauan Meranti itu.




Penulis
: Rahmad
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)