Terpaut Waktu 4 Jam Lebih Lambat dari Indonesia, Mengapa Arab Saudi Bisa Duluan Lebaran? Berikut Penjelasannya

datariau.com
4.696 view
Terpaut Waktu 4 Jam Lebih Lambat dari Indonesia, Mengapa Arab Saudi Bisa Duluan Lebaran? Berikut Penjelasannya

DATARIAU.COM - Kementerian Agama telah menggelar Sidang Isbat (Penetapan) 1 Syawal 1444 H pada Kamis, 20 April 2023, di Auditorium HM Rasjidi Kementerian Agama, Jakarta. Sidang isbat dilaksanakan secara tertutup, dan diikuti Komisi VIII DPR RI, pimpinan MUI, duta besar negara sahabat, perwakilan ormas Islam, serta Tim Hisab Rukyat Kementerian Agama.

Hasil sidang isbat diumumkan secara terbuka oleh Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas melalui konferensi pers yang digelar hari ini, Kamis (20/4/2023) pukul 19.00 WIB.

"Dari hasil pantau hilal di seluruh Indonesia, tidak terlihat hilal. Menetapkan 1 syawal 1444 H jatuh pada Sabtu 22 april 2023. Hasil sidang isabat ini untuk diketahui semua masyarakat," ujat Menag Yaqut.

Baca juga: Kemenag: Hilal Belum Terlihat, Lebaran Idul Fitri Jatuh pada Hari Sabtu 22 April 2023


Sementara itu, Pemerintah Kerajaan Arab Saudi melalui Kementerian Urusan Islam menetapkan 1 Syawal 1444 Hijriah jatuh pada 21 April 2023. Tanggal tersebut bertepatan dengan hari Jumat.

Pada Jumat masyarakat Saudi akan berkumpul di masjid-masjid pada pagi hari untuk melaksanakan Sholat Ied. Karena Idul Fitri jatuh di hari Jumat, pelaksanaan Sholat Jumat tetap diadakan.

Para imam masjid pun diminta untuk tetap menggelar Sholat Jumat. Ibadah ini dilaksanakan pada siang harinya setelah pagi hari digelar Sholat Ied.

Kementerian Urusan Islam Arab Saudi telah menerbitkan panduan mengenai pelaksanaan Sholat Ied dan Sholat Jumat saat 1 Syawal jatuh pada Jumat. Panduan tersebut disebarkan melalui akun Twitter resmi @Saudi_MoiaEN.

“Kementerian Urusan Agama Islam, Dakwah, dan Pedoman memerintahkan para imam masjid untuk menjalankan fatwa yang dikeluarkan Komite Fatwa No. (21162) pada 11/8//1420 H, tentang pelaksanaan Sholat Jumat jika hari Ied dan Jumat terjadi di satu hari yang sama,” demikian pengumuman Kementerian Urusan Islam Saudi.

Baca juga: Arab Saudi Lebaran Idul Fitri Jumat 21 April 2023


Atas kondisi ini menimbulkan pertanyaan, bagaimana bisa Arab Saudi lebih dahulu satu hari lebaran daripada Indonesia, sementara perbedaan waktu Arab Saudi terpaut 4 jam lebih lambat dari Indonesia.

Kejadian seperti ini tidak kali ini saja, melainkan sudah berkali-kali Arab Saudi lebih dahulu lebaran Idul Fitri daripada Indonesia.

Dikutip viva.co.id, hal ini terjadi karena penentuan bulan baru dalam kalender Islam berdasarkan pada posisi hilal atau Bulan baru. Untuk menentukan awal Ramadan maupun Hari Idul Fitri, hal yang sentral adalah munculnya Bulan baru atau hilal. Untuk menentukan bulan baru, selama ini di Indonesia ada dua mazhab yakni perhitungan atau hisab dan pengamatan Bulan baru atau rukyat.

Indonesia memiliki kriteria untuk menentukan awal bulan kalender Hijriah, yang disebut kriteria Imkan Rukyat, atau disebut pula kriteria Menteri-menteri Agama Brunai Darussalam, Indonesia, Malaysia, dan Singapura (MABIMS) karena menjadi acuan bagi umat Islam di Asia Tenggara.

Sementara kriteria yang dipakai Arab Saudi dalam menentukan Idul Fitri dan hilal sama dengan kriteria Wujudul Hilal Muhammadiyah. Namun dalam penentuan waktu ibadah, Arab Saudi menggunakan rukyat.

JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)