Peningkatan Inklusi Bahasa Indonesia dalam Lingkup Mahasiswa dengan Memanfaatkan Literasi Melalui Medsos

datariau.com
1.199 view
Peningkatan Inklusi Bahasa Indonesia dalam Lingkup Mahasiswa dengan Memanfaatkan Literasi Melalui Medsos

DATARIAU.COM - Tingkat inklusi bahasa Indonesia pada mahasiswa mengalami penurunan. Penurunan tingkat inklusi bahasa Indonesia pada lingkup mahasiswa akhir-akhir ini sangat memprihatinkan, para mahasiswa perguruan yang notabenen berasal dari berbagai daerah lalu berkumpul dalam suatu wadah yang dinamakan kampus ini terkadang lebih memilih memakai berbahasa daerah ketimbang memakai bahasa nasional yaitu bahasa Indonesia.

Dengan adanya fenomena tersebut maka pastinya akan menimbukan beberapa dampak yang terjadi khususnya di dalam lingkup mahasiswa. Literasi yang merupakan keterampilan dasar seseorang dalam memperoleh sebuah informasi menjadikannya penting bagi suatu bangsa. Tingkat literasi suatu bangsa dapat melambangkan kualitas bangsa itu sendiri. Langkah Indonesia untuk menjadi negara maju dapat dilaksanakan dengan hal kecil terlebih dahulu seperti meningkatkan budaya literasi di kalangan masyarakat Indonesia yang sebetulnya masih tergolong rendah jika dibandingkan dengan negara-negara lain.

Di era revolusi industri ke-4 yang ditandai dengan masifnya penggunaan teknologi, penggunaan media sosial sebagai salah satu fitur yang tersedia dalam teknologi mengambil peran kunci dalam kehidupan masyarakat. Dengan perkembangan Bahasa Indonesia melalui media sosial yang mana terdapat konten- konten edukasi mengenai bahasa Indonesia, terdapat komunitas-komunitas yang bisa meningkatkan kemampuan dalam berbahasa Indonesia, serta banyak sekali webinar dan lomba-lomba dibidang bahasa Indonesia yang bisa mahasiswa manfaatkan dalam meningkatkan berbahasa Indonesia sehingga dapat diterapkan di dunia perkuliahan. Juga dapat meningkatkan rasa nasionalisme, meminimalisir perkumpulan antar suku, dan mahasiswa juga dapat berbaur dengan mahasiswa lainnya yang dari berbagai daerah.

Dewasa ini penggunaan bahasa Indonesia baik dan benar dalam komunikasi siswa dirasa semakin berkurang. Menurunnya semangat untuk menggunakan bahasa secara baik dan benar saat ini menjadi topik yang penting untuk dikaji. Maka dari itu, sebagai pemakai bahasa Indonesia selayaknya memiliki rasa kebanggaan menggunakan bahasa Indonesia. Namun di lingkup tinggi, sikap berbahasa yang positif belum sepenuhnya dimiliki oleh sebagian besar mahasiswa. Kesadaran rasa setia, bangga memiliki, dan memelihara bahasa Indonesia tampaknya masih kurang.

Hal ini disebabkan mahasiswa cenderung bersikap lebih percaya diri ketika menggunakan Bahasa Asing dibandingkan dengan Bahasa Indonesia. Dalam konteks pembelajaran Bahasa Indonesia, tugas tersebut malah hanya dibebankan kepada para guru dan dosen Bahasa Indonesia.

Paradigma seperti ini semestinya dapat diubah karena membiasakan menggunakan bahasa Indonesia secara baik dan benar akan menuai hasil maksimal dalam peningkatan prestasi akademik mahasiswa. Pemahaman bahasa Indonesia sesuai dengan kaidah berbahasa Indonesia yang baik dan benar diperlukan bagi mahasiwa agar mempunyai sikap positif dalam menggunakan bahasa Indonesia. Sikap berbahasa Indonesia yang positif dapat ditunjukkan dalam bentuk kesetiaan berbahasa, kebanggaan berbahasa, dan kesadaran adanya norma bahasa.

Peran Media Sosial dalam peningkatan Literasi Masyarakat Indonesia

Literasi yang merupakan keterampilan dasar seseorang dalam memperoleh sebuah informasi menjadikannya penting bagi suatu bangsa. Tingkat literasi suatu bangsa dapat melambangkan kualitas bangsa itu sendiri. Langkah Indonesia untuk menjadi negara maju dapat dilaksanakan dengan hal kecil terlebih dahulu seperti meningkatkan budaya literasi di kalangan masyarakat Indonesia yang sebetulnya masih tergolong rendah jika dibandingkan dengan negara-negara lain. Budaya literasi itu sendiri dianggap penting karena semakin tinggi budaya literasi maka semakin tinggi pula informasi yang bisa didapatkan, dan semakin rendah budaya literasi tersebut maka semakin rendah pula informasi yang bisa didapatkan masyarakat bangsa itu.

Di era revolusi industri ke-4 yang ditandai dengan masifnya penggunaan teknologi, penggunaan media sosial sebagai salah satu fitur yang tersedia dalam teknologi mengambil peran kunci dalam kehidupan masyarakat. Jika digunakan dengan tepat, media sosial dapat menjadi solusi terbaik dalam meningkatkan literasi di kalangan masyarakat Indonesia. Selain banyak digunakan, media sosial juga dapat menyalurkan informasi dengan cepat antar penggunanya bahkan dengan jarak yang terbilang cukup jauh. Penggunaan yang mudah membuatnya mudah diakses oleh siapa pun sehingga informasi dapat tersampaikan kepada seluruh kalangan masyarakat.

Sehingga, jika digunakan secara bijak maka media sosial dapat menjadi sarana yang tepat guna menstimulasi kecintaan literasi di kalangan masyarakat. Kelebihan dari media sosial adalah sifat komunikasi yang ditulis secara online sehingga dapat menimbulkan kondisi belajar yang partisipatif. Tujuan dari media literasi adalah untuk memberitahu orang kerugian dan keuntungan dari media sosial. Dengan literasi kita dapat mengetahui mana berita yang benar dan mana yang hanya sekadar menipu karena mempelajari literasi media erat kaitannya dengan peningkatan kemampuan peserta untuk memahami dan menganalisis isi media.

Pengaruh Media Sosial Terhadap Inklusi Bahasa Indonesia Mahasiswa

Bahasa Indonesia merupakan bahasa nasional sebagai sebuah alat untuk mengungkapkan pikiran serta perasaan manusia. Bahasa Indonesia berperan penting dalam sesi kehidupan masyarakat Indonesia. Masuknya perkembangan teknologi cukup membantu masyarakat Indonesia untuk terus berkembang dan berpikiran maju. Masyarakat memanfaatkan keberadaan teknologi untuk meningkatkan kemampuan terutama untuk perkembangan bahasa Indonesia.

Kehadiran media sosial disambut dengan baik oleh masyarakat. Dengan kedatangan media sosial, masyarakat tidak perlu lagi bersusah payah untuk menghubungi orang lain atau untuk mencari informasi khususnya mahasiswa. Media sosial telah membawa banyak keuntungan untuk manusia. Melalui media sosial, manusia mampu untuk berkomunikasi dengan orang lain secara mudah. Untuk melakukan hal tersebut, manusia perlu belajar dan meningkatkan kemampuan berbahasa agar dapat berbaur di dalam media sosial dengan pengetahuan yang layak. Media sosial secara tidak langsung ikut turut memberikan pengetahuan berbahasa lewat informasi terkini yang tersebar secara luas dalam jaringan media.

Berikut perkembangan bahasa Indonesia melalui media sosial:

Terdapat banyak konten edukasi mengenai bahasa Indonesia. Hal ini dapat membantu perkembangan bahasa Indonesia di tengah ancaman pada era globalisasi.

Dalam media sosial banyak terdapat komunitas pecinta bahasa Indonesia. Dalam komunitas tersebut siapa saja bisa bergabung untuk membahas kegemaran mereka seperti sastra, lingkungan, budaya dan masih banyak lainnya. Kita juga bisa membuat komunitas kita sendiri lewat media sosial tersebut.

Media sosial sebagai sarana menyalurkan ide, bakat dan kreativitas dalam media sosial banyak sekali webinar serta lomba di bidang Bahasa Indonesia seperti puisi, novel, artikel ilmiah dan masih banyak lagi. Hal ini bisa digunakan mahasiswa untuk mengembangkan kemampuan mereka serta pemahaman mereka mengenai Bahasa Indonesia, oleh karena itu bahasa Indonesia tetap eksis di kalangan mahasiswa.

Dengan perkembangan Bahasa Indonesia melalui media sosial yang mana terdapat konten-konten edukasi mengenai bahasa Indonesia, terdapat komunitas-komunitas yang bisa meningkatkan kemampuan dalam berbahasa Indonesia, serta banyak sekali webinar dan lomba-lomba di bidang bahasa Indonesia yang bisa mahasiswa manfaatkan dalam meningkatkan berbahasa Indonesia sehingga dapat diterapkan di dunia perkuliahan. Juga dapat meningkatkan rasa nasionalisme, meminimalisir perkumpulan antar suku, dan mahasiswa juga dapat berbaurdengan mahasiswa lainnya yang dari berbagaidaerah.

JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)