BANGKINANG KOTA, datariau.com - Dalam membangun Bangsa Indonesia dengan nilai-nilai integritas, etos kerja dan gotong royong untuk membangun budaya bangsa yang bermartabat, modern, maju, makmur dan sejahtera berdasarkan Pancasila, semnagat inilah yang patut ditanamkan pada diri selaku masyarakat untuk mewujudkan daerah yang lebih maju.
"Mari kita kembali galakkan gerakan budaya yang menjadi semboyan bangsa Indoensia seperti gotong royong, semangat dan etos kerja untuk mewujudkan bangsa yang unggul, inilah yang harus kita terapkan di masyarakat khsusunya di Kabupaten Kampar," kata Pj Bupati Kampar Muhammad Firdaus SE MM.
Hal itu disampaikan Pj Bupati Kampar saat membuka Sosialisasi Gerakan Nasional Revolusi Mental (GNRM) Tahun 2023 di Kabupaten Kampar yang diadakan di Stanum Resort Bangkinang Kota, Rabu (1/11/2023).
Hadir pada kesempatan tersebut Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Kampar Drs Mahadi MH dan beberapa kepala OPD yang ikut mendampingi, narasumber Sri Petry Haryanti Spd yang merupakan Kabid Ideologi Wawasan Kebangsaan dan Karakter Bangsa Kesbangpol Provinsi Riau dan sebanyak 25 peserta yang berasal dari masyarakat dan perangkat daerah.
Pj Bupati Kampar Muhammad Firdaus menjelaskan, bahwa Gerakan Nasional Revolusi Mental ini bertujuan untuk menggembleng manusia Indonesia agar menjadi manusia baru, yang berhati putih, berkemauan baja, bersemangat elang rajawali, berjiwa api yang menyala-nyala. agar supaya Negara Indonesia menjadi Negara yang berdaulat dalam aspek politik, dan mandiri dalam hal ekonomi, dan berkarakter dalam hal sosial budaya.
Selain itu ini akan dapat memberikan wawasan baru dan menambah ilmu bagi masyarakat, merubah pola Fikir, sikap yang mengacu etos kerja agar menjadi negara maju, modern Makmur Dan bermartabat. Ini telah dicanangkan oleh presiden RI Joko Widodo beberapa waktu lalu.
"GNRM ini muncul setelah banyaknya praktek praktek yang dapat merugikan negara seperti Korupsi, etos kerja yang menurun, serta makin tergerusnya sifat Gotong Royong," kata Pj Bupati Kampar.

"Oleh sebab itu berdasarkan inilah perlu dilakukan langkah sehingga Indonesia kembali seperti yang telah kita jalani di masa sebelumnya. Junjung nilai-nilai luhur bangsa Indoensia yang memiliki karakter, dapat dipercaya, sadar hak dan bertanggung jawab," lanjut Pj Bupati Kampar Muhammad Firdaus.
Dengan GNRM dapat dirobah etos kerja dengan meningkatkan kreatifitas, pantang menyerah dan bertanggung jawab, Begitu juga dengan sikap Gotong Royong yang menjadi semboyan bangsa Indonesia.
Dengan gerakan ini perlu diterapkan Indonesia melayani, penguatan SDM kelurahan dan Desa, pelayanan publik yang cepat efisien dan Efektif, bangun pola hidup bersih dan sehat, peduli dan jaga lingkungan dengan tidak membuang sampah sembarangan.
Selain itu Firdaus meminta terapkan pola hidup yang tertib, Mandiri, Kreatif, Inovatif, serta penguasaan Tekhnologi.
GNRM ini dalam rangka mendukung untuk membangkitakn semangat perubahan bangsa Indonesia, bina dan selalu dipelihara, sehingga diperoleh keseimbangan dan keserasian dalam kehidupan masyarakat.
"Dalam pelaksnaan GNRM kami meminta agar ini dapat diaplikasikan di Kabupaten sendiri sesuai dengan arahan dari Presiden RI, agar semangat ini dapat disebarluaskan untuk mewujudkan Kabupaten Kampar yang lebih baik lagi, bangun bersinergi," pungkas Firdaus.
Sementara itu Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Kampar Drs Mahadi dalam laporannya menyampaikan bahwa GNRM merupakan gerakan yang telah menjadi gerakan secara nasional yang tertuang dalam Inpres Nomor 12 tahun 2016 Tentang Gerakan Nasional Revolusi Mental pada tanggal 06 Desember 2016.
"Gerakan ini muncul karena makin melemahnya integritas dikalangan masyarakat, makin rendahnya etos kerja, sosialisasi ini diikuti sebanyak 25 orang dari unsur Desa dan kecamatan yang gelar selama satu hari, dengan mendatangkan Instruktur dari Kesbangpol Provinsi Riau dan Instruktur dari Pemkab Kampar," tutup Mahadi. (kmf)