PEKANBARU, datariau.com - Dari 10 nama Bakal Calon Walikota Pekanbaru yang akan dikirim ke DPD I Golkar Riau, tidak tercantum nama Jufri Zubir.
Hasil rapat pleno DPD Golkar Pekanbaru Ahad (29/5/2016) malam itu pun dikritik Jufri Zubir, yang selama ini sudah jor-joran sosialisasi di berbagai media massa dan baliho untuk maju sebagai bakal calon walikota Pekanbaru 2017-2022.
Menurut Jufri, dari 10 nama tersebut dua diantaranya justru tidak mendaftar ke DPD Golkar sebagai Balon Walikota Pekanbaru. Ada pula Balon yang diusulkan tersebut masih berstatus sebagai pegawai negeri aktif.
"Ada apa ini? Ada jegal menjegal nampaknya dan siapa aktor intelektual di balik pengusulan nama-nama tersebut," kata Jufri Zubir.
Dikatakan Jufri, 2 nama yang diusulkan tersebut yakni Septina Primawati dan Erizal sebelumnya tidak mendaftar sebagai Balon Walikota sampai saat-saat terakhir ke partai Golkar, tetapi namanya malah diusulkan ke DPD I Riau.
Menurut Jufri, pengusulan 10 nama itu juga tidak berdasarkan hasil survey, karena jika berdasarkan hasil survey seharusnya nama Jufri Zubir masuk, karena sejauh ini hasil survey justru memposisikan Jufri Zubir sebagai Balon Wako Pekanbaru dengan hasil tinggi.
Belum lagi soal aturan, sesuai arahan Gubernur Riau, bahwa PNS aktif harus berhenti dulu baru bisa mencalonkan diri. Jika ada pula PNS aktif diusulkan tentu hal ini menjadi aneh.
"Ya, Bibra, misalnya, dia kan masih PNS aktif demikian juga dengan Dwi Agus, kenapa mereka justru diusulkan, ini kan aneh," kata Jufri.
Menurut Jufri, sebagai orang yang lama malang melintang di Partai Golkar dia merasa dizalimi. Putusan DPD Partai Golkar Pekanbaru tersebut tidak mempertimbangkan keberadaannya di Partai Golkar selama ini.
"Ya, ini namanya penzaliman terhadap orang yang sudah sangat serius mau maju sebagai Walikota Pekanbaru," ujar Jufri.
Sementara itu, tokoh Golkar lainnya, H. Azwar Chesputra, SE, menyatakana akan mempelajari hasil pleno partai Golkar tersebut, karena dia belum mengetahui hasilnya.
Tetapi menurut Azwar Ches, harusnya memang Partai memperhatikan hasil survey untuk menentukan siapa yang akan diusulkan tersebut dan melihat juga kader Golkar mana yang memang serius dan selama ini setia bersama Golkar.
Mengenai pencalonan Jufri Zubir, menurut Azwar, harusnya Partai Golkar juga mengakomodir dengan memasukan namanya, karena Jufri Zubir sudah menyatakana sangat serius untuk maju sebagai Balon Walikota Pekanbaru dan hasil surveynya juga tidak mengecewakan.
"Saya memang ingin mengetahui, apa pertimbangan DPD Golkar Pekanbaru mengusulkan nama-nama tersebut, lalu kenapa Jufri sampai tidak diakomodir," kata Azwar.