DATARIAU.COM - Beredar melalui media sosial dan pesan berantai WhatsApp adanya voice note yang diduga merupakan suara seorang Kepala Pekon / Lurah di Kabupaten Pringsewu, Lampung.
Dalam voice note itu, terdengar oknum lurah merendahkan wartawan dan mengajak para lurah memerangi wartawan. Pesan suara itu pun sudah beredar luas bahkan di kalangan wartawan, mengakibatkan keresahan.
Atas beredarnya voice note tersebut, Ketua Lembaga Koalisi Wartawan Rangking Indonesia (KWRI) resmi melaporkan oknum lurah tersebut ke Polres Pringsewu pada Rabu (25/1/2023).
Ketua KWRI Shohendara Gunawan melaporkan oknum lurah yang juga merupakan Ketua APDESI Kabupaten Pringsewu, berkaitan dengan dugaan ujaran kebencian melalui voice note tersebut. Oknum lurah tersebut diduga telah melakukan ujaran kebencian dan melecehkan profesi wartawan.
"Kami dari Koalisi Wartawan Rangking Indonesia Kabupaten Pringsewu sudah melaporkan oknum kepala pekon inisial A yang sekaligus juga Ketua Asosiasi Pemerintah Desa Indonesia (APDESI) Kabupaten Pringsewu ke Aparat Penegak Hukum, dan laporan kami sudah diterima dengan Nomor Laporan Polisi : LP / B / 14 / I / 2023 / SPKT / POLRES PRINGSEWU / POLDA LAMPUNG, Tanggal 25 Januari 2023," jelas Bang Gun, sapaan akrabnya.
Perkataan oknum lurah / kepala pekon di voice note tersebut yang mengatakan wartawan hanya sekumpel, wartawan hanya seujung kuku, bila perlu diperangi, merupakan ucapan yang telah merendahkan profesi wartawan. Padahal profesi wartawan dilindungi Undang-undang nomor 40 tahun 1999 tentang pers.
Pembicaraan voice note itu beredar diduga berkaitan proyek pengadaan perpustakaan elektronik/digital untuk pekon/desa, yang sedang berjalan.
Sementara itu, Ketua Apdesi Kabupaten Pringsewu inisial A saat dikonfirmasi mengatakan bahwa voice note itu hanya untuk kosumsi para kepala pekon dalam Group WhatsApp Apdesi, namun tersebar keluar tanpa sepengetahuan dia.
Dia berdalih, bahwa banyak laooran dari wartawan bahwa kepala pekon sulit ditemui, sehingga Ketua Apdesi memberikan pengarahan kepada kepala pekon agar tidak takut berjumpa wartawan.
Kepala Apdesi ini juga mengaku telah melakukan jumpa pers untuk meminta maaf kepada para wartawan yang hadir, jika perkataan dalam voice note tersebut tersebar dan menyinggung hati para wartawan. (cik)