Program Pesantren Terpadu At-Taubah Hafiz Qur'an, Narapidana di Rutan Teluk Kuantan Dapatkan Ketenangan Batin

datariau.com
1.348 view
Program Pesantren Terpadu At-Taubah Hafiz Qur'an, Narapidana di Rutan Teluk Kuantan Dapatkan Ketenangan Batin
Windy

TELUKKUANTAN, datariau.com - Menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia Ke-71, Rumah Tahanan Negara (Rutan) cabang Teluk Kuantan menggelar berbagai macam pertandingan olahraga yang melibatkan Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP). Kegiatan dibuka resmi Kepala Cabang Rutan Teluk Kuantan Mastur Amd IP SH MM pada Senin (15/8/2016) lalu, mempertandingkan olahraga lomba lari sendal bakiak.

Kegiatan ini juga mengundang Bupati Kabupaten Kuansing serta jajaran Muspida dan juga keluarga besar Rutan Cabang Taluk Kuantan. Lebih-lebih Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP), mereka sangat antusias mengikuti kegiatan sekali setahun tersebut.

Kepala Cabang Rutan Teluk Kuantan Mastur Amd IP SH MM mengatakan, Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) berencana akan memecahkan rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI), yakni melalui olahraga tradisional sandal bakiak secara serentak di seluruh Indonesia.

"Rekor tersebut dilakukan dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) RI ke-71. Dengan adanya kegiatan seperti ini diharapkan dapat menghilangkan stres dan kejenuhan seluruh warga binaan di Rumah Tahanan Negara (Rutan) cabang Teluk Kuantan,"  harap Mastur Amd IP SH.

Dilanjut lagi, kegiatan puncak pada tanggal 17 Agustus 2016, Rumah Tahanan Negara (Rutan) cabang Teluk Kuantan rencanakan pemberian remisi untuk 108 narapidana yang telah diusulkan ke Kementerian Hukum dan Ham dalam rangka Hari Ulang Tahun Ke-71 Kemerdekaan Republik Indonesia. Dibuka dengan acara audisi Hafidz Qur’an dengan peserta 15 napi yang telah dibina oleh Kemenag Kabupaten Kuansing bagian Staf Penyuluhan Agama, Darmawan.

"Setahun ini Rutan cabang Teluk Kuantan mengoperasikan pesantren terpadu At-taubah Hafiz Qur'an untuk para narapidana dengan kegiatan harian Pesantren Terpadu At-Taubah Hafiz Qur'an, sampai saat ini dari seluruh jumlah Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) sekitar 50 napi telah lulus lebih dari satu juz, selebihnya sekitar 200 napi masih dalam metode Iq'ra," Staf Penyuluhan Agama, Darmawan.

Beberapa napi yang dimintai komentar mengaku mendapat ketenangan batin setelah mengikuti pendidikan pesantren di Lapas. Misalnya salah satu napi peserta audisi Hafidz Qur’an yang menyambut positif, dia merupakan anggota KUD di wilayah Kabupaten Kuansing ditahan karena tersandung kasus korupsi dana KUD.

“Setelah mengikuti pendidikan di pesantren ini, saya mendapat ketenangan batin yang luar biasa. Rasanya, saya seperti tidak berada di dalam penjara,” ujar narapidana yang sudah menjalani tiga tahun penjara itu.

Penulis
: Windy
Editor
: Riki
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)