Tim Pengabdian UNRI dan Mahasiswa Kukerta UNRI Menerapkan Pemijahan Semi Buatan Lele Mutiara di Desa Pangkalan Baru

datariau.com
524 view
Tim Pengabdian UNRI dan Mahasiswa Kukerta UNRI Menerapkan Pemijahan Semi Buatan Lele Mutiara di Desa Pangkalan Baru

KAMPAR, datariau.com - Kukerta Universitas Riau adalah perwujudan salah satu Dharma Perguruan Tinggi yang tertuang dalam UU Republik Indonesia nomor 20 ayat 2 yaitu tentang penyelenggaraan pengabdian masyarakat.

Tim Pengabdian UNRI bersama Mahasiswa Kukerta Universitas Riau kali ini melakukan pengabdian di Desa Pangkalan Baru, Kabupaten Kampar yang mengangkat tema 'Meningkatkan produksi Benih Lele Mutiara (Clarias gariepinus) melalui penerapan teknologi pembenihan ikan pada kelompok Tani Unggul Farm'.

"Kegiatan budidaya ini bertujuan untuk membantu meningkatkan produksi benih lele di Desa Pangkalan Baru dengan budidaya Lele Mutiara yang tingkat produksinya relatif lebih cepat dan lebih ekonomis. Dengan keunggulan pembenihan ikan ini, maka disebut Lele Mutiara yaitu Mutu Tiada Tara," ujar Dr Nur Asiah SPi MSi selaku Dosen Pembimbing Lapangan.

Mengawali kegiatan dengan pemilihan calon induk ikan lele Mutiara jantan dan betina secara berkala untuk mendapatkan indukan yang baik. Calon induk ikan yang dipilih ialah induk yang memiliki matang gonad dan memiliki bobot yang sama antara induk betina dan induk jantan.

Setelah melakukan penyeleksian, indukan dimasukkan kedalam bak pemijahan yang telah dikeringkan selama kurang lebih 4 hari. Bak pemijahan diisi air setinggi 25-30 cm dan dipasangkan Aerator.

Namun sebelum dimasukkan kedalam bak pemijahan, dilakukan penyuntikan Hormon Ovaprim pada kedua calon induk ikan lele terlebih dahulu.

Dosis untuk indukan betina 0.5 ml/kg, dan 0.3 ml/kg pada induk jantan, kemudian bak pemijahan ditutup.

Keesokan harinya atau dalam jangka 10 jam setelah penyuntikan, dilakukan striping pada kedua indukan Lele Mutiara, atau engeluaran telur pada betina dan pembedahan pada jantan untuk diambil sel spermanya.

Kemudian telur dicampur dengan cairan sperma dan diaduk dengan bulu ayam yang sangat halus sampai terlihat ada perubahan warna. Telur akan terlihat transparan jika berhasil, namun telur yang berwarna putih susu berarti gagal.

Lalu telur-telur Lele Mutiara ditebarkan ke kakaban yang telah diletakkan pada bak penetasan yang diberi saluran oksigen.

Telur-telur kemudian diinkubasi hingga menetas dalam 24 jam. Telur yang gagal atau larva yang mati harus segera diangkat untuk mencegah adanya jamur yang dapat merusak perkembangan larva Lele Mutiara.

Dalam 3 hari terhitung setelah larva lele menetas, tidak perlu memberi makan larva Lele Mutiara karena adanya kuning telur (yolk).

Penulis: Indah Tamara Sitorus (Mahasiswa Universitas Riau)

JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)