KAMPAR, datariau.com -Dalam dunia pendidikan, pembelajaran cenderung mengarah pada membaca, menulis, dan mendengarkan. Hal ini lah yang menjadi salah satu faktor menurunnya semangat belajar siswa, khususnya siswa pada jenjang Sekolah Dasar. Tak jarang pada proses pembelajaran, siswa menjadi pasif, mudah mengantuk, dan mudah bosan. Untuk mengatasi hal ini mahasiswa Kukerta Bangun Kampung Universitas Riau Tahun 2023 berinisiatif untuk menciptakan suasana belajar mengajar yang menyenangkan di SDN 003 Tanjung Belit Selatan.
Kelompok yang dibimbing oleh Ibu Rina Susanti S.Sos., M.Si sebagai Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) dan diketuai oleh Afrian Ari Utomo, kenalkan metode pembelajaran yang interaktif berbasis media. Metode ini dapat mendorong semangat belajar siswa dan interaksi antar pelajar dengan pengajar. Pembelajaran berbasis media ini juga merupakan salah satu bentuk dedikasi yang diberikan oleh Febi Aidilla dan Novia Rahma untuk menerapkan ilmu yang mereka dapatkan selama mengemban pendidikan di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP).
Kegiatan ini dimulai dengan mengaplikasikan pembelajaran berbasis teknologi yang dilaksanakan pada tanggal 20 Juli 2023. Teknologi yang digunakan adalah dengan memanfaatkan aplikasi yang bernama
Google Lens.Google lensmerupakan salah satu fitur yang diperuntukkan untuk menelusuri berbagai hal mulai dari penerjemah bahasa, teks, makanan, wadah pembelajaran, situs belanja, mengindentifikasi objek dan sebagainya
.Melalui fitur tersebut, kegiatan pembelajaran menjadi lebih mudah karena hanya dengan mengarahkan kamera ponsel ke suatu objek, maka akan muncul berbagai informasi yang relevan. Siswa diarahkan untuk memotret objek gambar tanpa mengetik kata kunci, kemudian akan keluar situs
webyang berkaitan dengan objek tersebut. Tak hanya membidik suatu objek melalui kamera,
Google Lensjuga dapat digunakan dengan mengakses galeri foto untuk mencari suatu objek yang dibutuhkan.
Menurut bapak Arbi, selaku guru di sekolah tersebut, “kegiatan pembelajaran ini bagus dan bernilai baik dikarenakan dapat meningkatkan pengetahuan informasi mengenai lingkungan dan teknologi dengan cara yang baru. Kegiatan ini pun juga dapat mengurangi kejenuhan siswa terhadap cara pembelajaran di ruang kelas dan meningkatkan kreatifitas siswa-siswi di sekolah.”
Selanjutnya adalah pembelajaran interaktif menggunakan media poster dan video pembelajaran, Tim Kukerta UNRI memilih 3 tema yang berbeda untuk program ini, yaitu “Perilaku Hidup Bersih dan Sehat”, “Mitigasi Bencana”, dan “Pencegahan
Bullying”. Dengan target sasarannya yaitu siswa kelas 3, 4, dan 5 SDN 003 Tanjung Belit Selatan. Kegiatan ini dilaksanakan dari tanggal 25 Juli ??" 29 Juli dan dilanjutkan kembali pada tanggal 31 Juli.
Terlihat semangat siswa yang sangat antusias dalam proses pembelajaran di kelas, karena selain menggunakan poster, tim Kukerta UNRI hadirkan inovasi pembelajaran baru yaitu “Menyusun Piring Sehat” dan “Tas Siaga Bencana”.
Siswa kelas 4 SDN 003 Tanjung Belit Selatan diberikan potongan gambar aneka karbohidrat, protein, sayuran dan buah-buahan, kemudian siswa diarahkan untuk menempelkan potongan gambar tersebut menjadi bentuk lingkaran sesuai dengan yang dicontohkan. Kelompok yang tercepat menyelesaikan potongan gambar tersebut, dialah yang menjadi pemenangnya.
Tim Kukerta UNRI pun telah mempersiapkan poster Tas Siaga Bencana untuk siswa kelas 5 SD yang berisi gambar tas dengan aneka perlengkapan yang dibutuhkan pada saat terjadi bencana, kemudian siswa harus memilih sebuah kertas yang bertuliskan nama perlengkapan tersebut dan menempelkannya sesuai dengan gambar.
“Antusias siswa pada saat kegiatan belajar mengajar sangat tinggi, mereka pun semangat dengan adanya gambar serta animasi yang menarik pada poster tersebut,” ucap Rani pada salah satu guru SDN Tanjung Belit Selatan, Selasa (7/25/2023).
Kegiatan dilanjutkan pada tanggal 31 Juli 2023 dengan tema “Sosialisasi Pencegahan
Bullyingpada anak
”dengan menggunakan media poster dan video pembelajaran. Yang menjadi sasaran untuk kegiatan ini adalah siswa kelas 3 SD. Menurut tim Kukerta UNRI, perilaku pembulian merupakan kebiasaan buruk yang apabila tidak diajarkan pada anak usia dini, hal tersebut akan terus menjadi kebiasaan yang terbawa hingga anak tersebut menjadi dewasa. Hal inilah yang menjadi dasar bagi tim Kukerta UNRI dalam memilih target sasaran tema sosialisasi
bullyingini.