JAKARTA, datariau.com - Sekretaris Daerah Kabupaten Siak Arfan Usman menghadiri acara Rembuk Nasional Peningkatkan Sabaran Pendidikan Berkualitas. Acara itu, dibuka secara vitual Menteri Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi, Nadiem Anwar Makarim, di Auditorium Gedung D, Lantai 2 Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek), Jakarta, Rabu (14/12/2022).
Tujuan diselenggarakannya kegiatan ini, dalam rangka meningkatkan perluasan pendidikan berkualitas di tingkat SD dan SMP. Serta memfasilitasi pertemuan nasional guna menyebarkan temuan berharga kepada para pelaku pendidikan di provinsi lain serta mendapatkan dukungan dari pemerintah pusat.
Giat ini dilaksanakan bersama dengan Tanoto Foundation dikemas dalam bentuk Rembuk Nasional yang di hadiri CEO Global Tanoto Foundation, Dr J Satrijo Tanudjojo dan Assoc, Prof Dinna Prapto Raharja PhD dari Synergy policies.
Dimana kegiatan itu di ikuti lima provinsi yaitu Provinsi Riau, Jawa Tengah, Kalimantan Timur, Sumatera Utara dan Jambi.
Sekretaris Daerah Kabupaten Siak Arfan Usman menyampaikan, acara ini mencari solusi terhadap pendidikan yang berkualitas juga meningkatkan mutu pendidikan dan meningkatkan perkembangan SDM pembangunan sekolah.
Dikatakan Arfan, dengan diterapkannya Kurikulum Merdeka 76 persen, siswa dan sekolah berubah menjadi mandiri setelah adanya terobosan Merdeka dan teknologi Platfrom Merdeka.
Dia menambahkan, Synergy Policies sebagai lembaga penelitian dan konsultasi kebijakan publik, mengidentifikasi konteks, tantangan, serta upaya-upaya meningkatkan sebaran pendidikan berkualitas di Provinsi Riau salah satunya Kabupaten Siak.
?Kami menyambut baik kegiatan ini, kita berterimakasih kepada Tanoto lewat program PINTAR mengembangkan kualitas pembelajaran di sekolah SD dan SMP melalui pelatihan guru dan kepala sekolah serta pendampingan pemerintah daerah dalam perencanaan pendidikan di Siak sudah berjalan dengan baik," ujar Arfan.

Rembuk Nasional, Tanoto Foundation dan Kementrian Pendidikan Kebudayaan, Riset, dan Teknologi membuka ruang diskusi bagi perwakilan pejabat daerah dan para guru yang hadir, forum itu di manfaatkan Sekda Arfan menyampaikan permasalahan yang terjadi di daerah.
Dia menyebutkan, seperti contoh saat ini untuk merekrut kepala sekolah dan pengawas sekolah begitu sulit, karena di atur pemerintah pusat.
?Program yang di gagas Tanoto berbanding terbalik dengan kebijakan Kementerian Pendidikan, pasalnya dulu kita mudah memberikan pembekalan calon kepala sekolah dengan ketentuan yang lama. Sekarang merakrut kepala sekolah begitu sulit, banyak ketentuan yang harus di ikuti. Sehingga hampir disemua daerah kekurangan pengawas sekolah," ungkapnya.
?Sehingga daerah kurang pengawas, kurang kepala sekolah dan kurang guru yang berkualitas. Bagaimana kita meningkatkan kualitas dan menjalankan program di daerah. Sementara aturannya berbenturan dengan ketentuan yang di keluarkan dari pusat, pusat membuat aturan kami sulit melaksanakannya," ucap Arfan.
CEO Global Tenoto Foundation Dr J Satrijo Tanudjojo
mengatakan, pendidikan tidak hanya dari guru di sekolah melainkan peran pemerintahan dan juga orang tua dalam Peningkatan Kualitas Pendidikan.
?Pendidikan berkualitas tidak hanya peran dari seorang guru yang mengajar di sekolah, melainkan peran kepala sekolah, Pemerintahan Daerah dan orang tua juga harus berperan di dalam kualitas pendidikan anak," jelas Satrijo.
"Peran guru dan kepala sekolah sangat penting dalam kualitas pendidikan anak disekolah sedang kan orang tua berperan sebagai pendidik kualitas anak diluar sekolah. Maka dengan adanya rembuk nasional ini guru dan petinggi pemerintahan daerah bisa menyampaikan permasalahan yang ada di pendidikan di daerah tersebut," paparnya.
Turut hadir dalam acara itu, Direktur Agama, Pendidikan, dan Kebudayaan Bappenas Drs Amich Alhumami, Dirjen Guru dan Tenaga Kependidikan (Dirjen GTK) Prof Dr Nunuk Suryani MPd MA MEd Ph sebagai narasumber Rembuk Nasional dan juga perwakilan kabupaten/kota.(***)