DATARIAU.COM - Dalam rangka program Kuliah Kerja Nyata (KKN), Mahasiswa Universitas Riau yang tergabung dalam kelompok KKN Bedelau melaksanakan kegiatan penyuluhan berjudul "Bahaya Bermain Gadget Berlebihan pada Anak".
Kegiatan ini dibawakan oleh Nanda Mahmuda, Devi Widiyasari, dan Maida Nadhilatullidya, di bawah koordinasi Rianda sebagai Koordinator Lapangan.
Penyuluhan ini mengajak para ibu-ibu PKK di Kantor Desa Alai Selatan, dengan tujuan memberikan pemahaman lebih mendalam terkait dampak negatif penggunaan gadget yang berlebihan pada anak-anak.
Dengan semakin maraknya penggunaan gadget pada anak usia dini tanpa pengawasan yang memadai, mahasiswa KKN Bedelau merasa perlu untuk memberikan edukasi bagi para orang tua mengenai bahaya yang dapat ditimbulkan.
Dampak negatif yang dipaparkan dalam penyuluhan meliputi masalah kesehatan fisik seperti gangguan pada mata dan postur tubuh, serta gangguan psikologis seperti kecanduan, penurunan kemampuan konsentrasi, dan perkembangan sosial yang terganggu.
Kegiatan dimulai pada pukul 14.00 WIB, dibuka dengan penjelasan oleh Maida Nadhilatullidya tentang apa itu gadget, berbagai dampak buruk dari bermain gadget tanpa pengawasan.
Kemudian, Devi Widiyasari memaparkan hasil penelitian yang menunjukkan adanya peningkatan kasus kecanduan gadget pada anak-anak yang kurang diawasi waktu bermainnya.
Selain itu, Maida Nadhilatullidya memberikan solusi praktis kepada para ibu PKK mengenai cara mengurangi ketergantungan anak pada gadget.
Di antaranya adalah dengan menetapkan batas waktu harian untuk penggunaan gadget, menggantinya dengan aktivitas fisik di luar ruangan, serta melibatkan anak dalam kegiatan kreatif seperti membaca buku atau menggambar.
Penyuluhan ini tidak hanya berbentuk presentasi satu arah, tetapi juga diikuti dengan sesi tanya jawab dan diskusi interaktif.
Para ibu PKK diberikan kesempatan untuk berbagi pengalaman dan bertanya tentang kendala yang mereka hadapi dalam mengatur penggunaan gadget pada anak-anak mereka.
“Bagaimana caranya mengatasi anak yang bermain gadget secara berlebihan?,” kata salah seorang ibu yang mengikuti penyuluhan ini.
Kemudian dijawab oleh salah seorang pemateri kelompok yaitu Nanda Mahmuda, “Ada beberapa cara yang dapat ibu-ibu lakukan untuk mengatasinya salah satunya dengan cara mengawasi lewat fitur yang sudah disediakan oleh gadget yang ada di setiap gadget yaitu fitur kontrol orang tua," jelasnya.
Rianda, sebagai Koordinator Lapangan KKN Bedelau, mengungkapkan bahwa penyuluhan ini merupakan bagian dari komitmen kelompok KKN untuk memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat.
"Kami berharap kegiatan ini bisa menjadi langkah awal untuk perubahan yang lebih baik di keluarga, terutama dalam hal pengawasan penggunaan teknologi pada anak-anak," ujarnya.
Dengan berakhirnya penyuluhan, para ibu PKK berharap agar kegiatan serupa dapat terus dilakukan secara berkelanjutan untuk memberikan edukasi dan solusi yang relevan bagi masyarakat dalam menghadapi tantangan pengasuhan di era digital ini.***