SIAK, datariau.com - Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun ajaran 2021/22 di Sekolah Dasar Negeri 15 Tualang, Kabupaten Siak, Riau sebelumnya telah dilaksanakan oleh panitia pada tahun lalu.
Kemudian mencuatnya isu atau kabar tak sedap datang dari salah seorang wali murid (orang tua) berinisial A, dimana orang tua siswa ini merasa bahwa anaknya belum menerima seragam sekolah tersebut.
Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun datariau.com, Jumat (24/6/2022) pagi, dari salah satu Wali Kelas SDN 15 Tualang inisial TT mengatakan, orang tua dari salah satu siswa tersebut tidak menyadari anaknya telah naik kelas.
Guru itu pun menyampaikan, pada pemberitaan itu tidaklah benar, karena saat ini anak dari salah satu orang tua tersebut, bukan mendaftar atau masuk pada PPDB ajaran 2022/23 tahun ini.
"Iya pak, mis komunikasi, dikira orang tuanya, sementara anaknya sudah naik kelas. Dan dia mengira bahwa saya yang menjual baju (seragam) tersebut," kata Wali Kelas inisial TT kepada media ini.
Saat itu, saya pun kembali menjawab, bahwa baju seragam sekolah itu dipesan tak pulak langsung siap satu hari. Kemudian orang tua (wali murid) itupun meminta maaf kepada pihak sekolah atas kabar berita tersebut.
"Saya tidak ada melapor ke siapa pun buk, saya tidak tau tentang berita ini. Maaf karena masalah ini ya buk," ucap Wali Kelas TT menirukan apa yang disampaikan oleh orang tua (wali murid) tersebut kepadanya.
Dan sebaliknya, Wali Kelas itu pun kembali meminta maaf atas keterlambatannya dalam mencarikan seragam sekolah untuk para siswa/i nya saat itu.
"Saya juga minta maaf atas keterlambatannya. Dimana baju ini tidak ada yang langsung siap, tentunya harus dipesan terlebih dulu baru ada," jelas TT lagi.
Sementara Korwilcam Pendidikan Tualang, Hj Zahroni MPd menyampaikan, persoalan perihal seragam sekolah ini semua mis komunikasi antara orang tua dan wali kelas saat itu.
"Sudah selesai, ini hanya mis komunikasi ya," kata Hj Zahroni kepada media ini lagi.
Sebelumnya, Korwilcam Pendidikan Tualang, Hj Zahroni MPd, Kamis (23/6/2022) menyampaikan, dengan harapan kepada pihak sekolah agar tidak membebani pakaian seragam kepada orang tua/wali murid.
Zahroni menambahkan, agar orangtua/wali murid dipersilahkan untuk mencari sendiri pakaian sesuai kemampuan masing-masing.
"Jika memang ada tukang jahit (taylor) yang bisa memfasilitasi orangtua untuk menjahitkan pakaian seragam anaknya silakan saja," kata Korwilcam Pendidikan Tualang tersebut, kepada media ini, Kamis (23/6/2022).
Dia berharap agar menjahit pakaian dengan tukang jahit (taylor) yang ada di Kecamatan Tualang, selain itu dapat membantu UMKM Kecamatan Tualang.
"Yang jelas jangan sampai memaksa, dan mewajibkan apalagi memberatkan orangtua," pungkasnya.
Miskomunikasi atau miscommunication adalah kegagalan dua orang untuk dapat berkomunikasi secara memadai. Istilah satu ini juga menggambarkan ketidakmampuan seseorang untuk mengungkapkan ide atau pikirannya dengan benar.(***)