SIAK, datariau.com - Peringatan Maulid Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam bukan sekadar menjadi agenda keagamaan bagi masyarakat Kampung Bunsur, Kecamatan Sungai Apit, Kabupaten Siak. Momentum tersebut juga menjadi ruang bagi mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 61 Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI) untuk merajut kebersamaan, mempererat silaturahmi, sekaligus semakin dekat dengan masyarakat.
Mahasiswa KKN Kelompok 61 UMRI tahun 2026 turut menyelenggarakan peringatan Maulid Nabi 1448 Hijriah bersama masyarakat Kampung Bunsur. Kegiatan tersebut berlangsung di Masjid At-Taufiq Kampung Bunsur pada Rabu (26/8/2026).
Peringatan Maulid Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam berlangsung dalam suasana penuh khidmat, hangat, dan kekeluargaan. Mahasiswa KKN Kelompok 61 bersama masyarakat mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan antusias hingga acara berakhir.
Baca juga:Maulid Nabi: Antara Seremoni, Kecintaan, dan Arah Perubahan Umat
Kegiatan diawali dengan pembukaan, kemudian dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an dan shalawat Nabi. Suasana semakin khidmat ketika lantunan shalawat menggema di dalam masjid dan diikuti oleh masyarakat serta mahasiswa KKN yang hadir.
Acara kemudian dilanjutkan dengan sambutan dari pihak terkait dan tausiah keagamaan. Dalam tausiah tersebut disampaikan pentingnya meneladani kehidupan Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam kehidupan sehari-hari.
Keteladanan tersebut antara lain tercermin melalui akhlak mulia, kejujuran, kesabaran, kasih sayang, kepedulian terhadap sesama, serta sikap saling menghormati. Nilai-nilai tersebut dinilai relevan untuk terus diterapkan dalam kehidupan bermasyarakat.
Baca juga:Maulid Nabi Tidak Diperingati di Dua Kota Suci Makkah dan Madinah, Ini Alasannya!
Pesan tersebut menjadi semakin bermakna bagi mahasiswa KKN Kelompok 61 UMRI yang tengah menjalankan pengabdian di tengah masyarakat. Kehadiran mahasiswa tidak hanya ditujukan untuk melaksanakan berbagai program kerja, tetapi juga menjadi kesempatan untuk belajar, berinteraksi, dan membangun hubungan yang harmonis dengan masyarakat setempat.
Bagi mahasiswa KKN Kelompok 61 UMRI, keterlibatan dalam peringatan Maulid Nabi menjadi salah satu bentuk nyata bahwa pengabdian kepada masyarakat tidak hanya dilakukan melalui program sosial, pendidikan, maupun pemberdayaan ekonomi.
Pengabdian juga dapat diwujudkan melalui keterlibatan mahasiswa dalam kehidupan sosial dan keagamaan masyarakat. Dengan demikian, keberadaan mahasiswa KKN di Kampung Bunsur diharapkan dapat memberikan manfaat sekaligus menciptakan kedekatan emosional dengan warga.
Baca juga:Sejarah Maulid Nabi: Tradisi yang Tidak Dikenal di Zaman Imam 4 Madzhab
“Bagi kami, kegiatan ini bukan hanya tentang memperingati kelahiran Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam, tetapi juga menjadi kesempatan untuk mempererat silaturahmi dengan masyarakat. Kami banyak belajar dari kebersamaan dan kekeluargaan yang ditunjukkan oleh masyarakat Kampung Bunsur,” ujar salah satu mahasiswa KKN Kelompok 61 UMRI.
Peringatan Maulid Nabi 1448 Hijriah tersebut pun menjadi bagian dari pengalaman berharga mahasiswa selama menjalankan KKN di Kampung Bunsur. Kebersamaan yang terjalin diharapkan dapat terus terjaga hingga mahasiswa menyelesaikan masa pengabdian mereka.
Melalui momentum tersebut, mahasiswa KKN Kelompok 61 UMRI juga berharap nilai-nilai keteladanan Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam dapat terus menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk membangun kehidupan yang berlandaskan akhlak, kepedulian, dan semangat kebersamaan.
Baca juga:Sejarah Maulid Nabi Tertulis dalam Wikipedia: Dimulai Daulah Fatimiyah Syiah di Mesir
Kegiatan ditutup dengan doa bersama. Mahasiswa dan masyarakat kemudian berbaur dalam suasana kekeluargaan, menjadi penanda kuatnya hubungan silaturahmi yang terjalin selama pelaksanaan KKN di Kampung Bunsur.
Dengan adanya kegiatan keagamaan seperti ini, KKN Kelompok 61 UMRI menunjukkan bahwa kehadiran mahasiswa di tengah masyarakat bukan hanya sebagai pelaksana program kerja, tetapi juga sebagai bagian dari masyarakat yang ikut berpartisipasi dalam menjaga nilai-nilai sosial, keagamaan, dan kebersamaan.***