PELALAWAN, datariau.com - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata atau Kukerta UNRI Bangun Kampung 2023 yang berlokasikan di Desa Sorek Dua, Kecamatan Pangkalan Kuras, Kabupaten Pelalawan, Provinsi Riau, melakukan kegiatan pembuatan Media Aquaponik Sawi dan Ikan Lele dengan memanfaatkan wadah drum air bekas. Kegiatan ini dilangsungkan di Kantor Desa Sorek Dua dan dibantu dengan Perangkat Desa.
Kelompok Kukerta UNRI memiliki 9 Mahasiswa yang dibimbing oleh Dosen Lapangan Aidil Fitriansyah SKom MIT, dengan mahasiswanya Reivo Leon Ryadhie, Immanuel Pieterson, M Ikhwanul Fiqri, Nurul Faoziyah, Rahmilia Syahdilla, Sherly Marselina, Risky Atikah Tanjung, Nofia Septiani, dan Dina Putriani. Kegiatan Pembuatan Aquaponik ini dilakukan dalam Upaya pencegahan stunting dengan memanfaatkan Pangan Tempatan.
Alasan, manfaat, dan proses pengerjaan dari pembuatan media aquaponik ini, telah dijelaskan pada saat penyampaian program kerja di kantor Desa Sorek Dua.
Leon menjelaskan bahwa kegiatan ini dilakukan dengan tujuan menarik minat masyarakat untuk membudidayakan aquaponik sebagai upaya pencegahan stunting dengan pemanfaatan pangan dari hasil aquaponik produk yang dapat dihasilkan dari aquaponik berupa sawi manis dan ikan lele.
Aquaponik adalah sistem perpaduan budidaya ikan dan sayuran yang saling terhubung dan memberi manfaat satu sama lain. Ikan yang dibudidaya mendapatkan asupan makanan langsung dari pembudidaya.
Proses pembuatan media aquaponik dilakukan selama 10 hari yang diawali dengan membuat kerangka dan penyesuaian ukuran kerangka dengan wadah budidaya.
Kemudian wadah ponik diisi dengan air dan batang pisang yang bertujuan untuk menjernihkan dan menyesuaikan pH air wadah budidaya ikan dan air disirkulasikan dengan menggunakan pompa air dari wadah aqua ke wadah ponik dengan bantuan pipa.
Setelah disirkulasi 10 jam, masukkan kerikil ke wadah ponik sebanyak ¼ wadah dan masukkan tanah keras ke wadah ponik.
Bibit sawi yang akan dibudidayakan di wadah ponik adalah bibit yang sebelumnya telah disemai untuk mempermudah pertumbuhannya di tanah yang keras.
Ikan lele yang dibudidayakan di wadah aqua adalah bibit ikan lele yang berukuran 5-7 cm sebanyak 100 ekor. Sebelum memasukkan bibit ikan lele yang masih di dalam plastik kedalam wadah, harus dilakukan aklimatisasi ke dalam wadah selama 30 menit agar bibit dapat mengadaptasikan dirinya dengan baik saat setelah dilepaskan.
Air yang disirkulasi dengan bantuan pompa air dan pipa dari wadah aqua ke ponik harus dilakukan secara terus menerus untuk memberikan nutrisi N dan P ke tanaman Ponik dan memberikan oksigen yang dihasilkan dari gelembung air yang jatuh dari wadah ponik ke aqua.
Dengan adanya kegiatan ini, mahasiswa Kukerta UNRI Desa Sorek Dua 2023 berharap masyarakat dapat menerapkannya dimasa yang akan datang dan dapat memanfaatkan media aquaponik sawi dan ikan lele menjadi produk pangan yang dapat berguna terutama dalam upaya pencegahan stunting. (*)