DATARIAU.COM - Di masa pandemi saat ini, banyak hambatan yang terjadi di setiap aspek, terutama dalam aspek ekonomi.
Oleh karena itu, tim Kukerta UNRI Desa Sungai Ambang berinisatif untuk memberikan pondasi UMKM sekaligus untuk membuat produk olahan daerah terkenal dari Sumatera, khususnya Riau, yaitu olahan piring dari lidi kelapa sawit.
Guna menciptakan peluang usaha industri rumah tangga, tim Kukerta Balik Kampung UNRI mengajak ibu PKK dari Desa Sungaiambang untuk berpartisipasi dalam kegiatan tersebut.
"Kegiatan ini untuk meningkatkan produktivitas khususnya ibu-ibu yang berpotensi untuk menjadi peluang peningkatan ketahanan ekonomi keluarga Desa Sungai Ambang, apalagi di masa pandemi ini, membutuhkan suatu motivasi baru yang membangun," ujar M Farrel AD selaku ketua kelompok.
Farrel menjelaskan, Tim Kukerta UNRI beranggotakan 10 orang, diantaranya M Farrel AD sebagai ketua kelompok (Prodi Hubungan Internasional, FISIP), Nurul Fazarina (Prodi Sosiologi, FISIP) sebagai Sekretaris, Annisa Sesa J (Prodi Hubungan Internasional, FISIP) sebagai Bendahara, Fauzia Ramadaningsih (Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP), Dimas Arya M (Prodi Hubungan Internasional, FISIP), Reza Pirziliya (Prodi Sosiologi, FISIP) Selaku Tim Acara, Shinta Puspita S (Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP), M Afif AS (Prodi Hubungan Internasional, FISIP), Nabila Aulia AZ (Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia dan Sastra, FKIP) Selaku Tim HID, Beserta M Alfarizi (Prodi Akuntansi, FEB), sebagai Perlengkapan.
Pelatihan ini berlangsung selama 1 hari, yang dilaksanakan pada Ahad (8/8/2021) di ruang koperasi GAPOKTAN desa Sungaiambang.
Pembuatan piring dari lidi kelapa sawit sekaligus membantu membuat pondasi UMKM dan membuat produk olahan daerah, di desa Sungaiambang.
Farrel menjelaskan, mahasiswa tim kukerta berkoordinasi dengan pihak aparatur desa untuk membantu mengumpulkan masyarakat di ruang koperasi Gapoktan.
Sebelum kegiatan berlangsung, tim Kukerta menyediakan alat dan bahan yang diperlukan dalam kegiatan pelatihan ini diantaranya lidi dari kelapa sawit, benang, dan gunting.
Selain itu tim kukerta juga membantu menyediakan konsumsi untuk peserta pelatihan.
Dalam pelatihan tersebut, Farrel dan kawan-kawan berharap dengan adanya kegiatan pelatihan keterampilan ini dapat memberdayakan masyarakat untuk bersinergi dalam meningkatkan ketahanan ekonomi keluarga.
Karena tim Kukerta UNRI Desa Sungaiambang melihat banyak dahan dari kelapa sawit yang tidak dipergunakan, padahal masih dapat dimanfaatkan.
?Banyaknya ibu-ibu yang berpartisipasi dalam kegiatan ini, menunjukkan bahwa warga sangat antusias dalam mengoptimalkan waktu luang mereka," katanya.
Selama proses kegiatan berlangsung, dihadiri oleh 18 ibu-ibu RW 03 Desa Sungai Ambang.
Salah satu ibu-ibu yang mengikuti kegiatan mengatakan dirinya sangat antusias mengikuti kegiatan tersebut.
"Ya bagus kalau diadakan kegiatan seperti ini, karna kami bisa belajar terus di praktikkan dalam kegiatan sehari-hari. Jadi besok-besok kami bisa bikin sendiri dan dapat dijual untuk membantu perekonomian desa," ujar Bu Tutik.
Sementara itu, Sofyan Hadi SSos MSi, selaku Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) mahasiswa Kukerta menyambut baik dan mendukung ide kreatif mahasiswa bimbingannya.
Mahasiswa tim kukerta Desa Sungaiambang telah berupaya dalam mewujudkan kegiatan untuk mengoptimalkan waktu luang terutama dalam masa pandemi ini.
Banyak pekerjaan yang bisa dikerjakan dari rumah, sehingga hal tersebut memunculkan ide mereka untuk memberikan pelatihan usaha tersebut.
Dan masih ada beberapa kegiatan lain yang melibatkan masyarakat seperti mengolah TOGA (Tanaman Obat Keluarga) yang diharapkan dapat membantu masyarakat untuk menjadi obat herbal pertama.
"Hal ini dilakukan karena dapat menjadi potensi peningkatan ketahanan sekaligus peningkatan ekonomi keluarga," pungkasnya. (rls)