KKNMas 72 Desa Dosan Kreasikan Label Wajik Nanas untuk UMKM Lokal

datariau.com
1.562 view
KKNMas 72 Desa Dosan Kreasikan Label Wajik Nanas untuk UMKM Lokal
Foto: Sandra Audina
Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Muhammadiyah Aisyiyah (KKNMas) kelompok 72 Desa Dosan melaksanakan program pendampingan UMKM dengan memperbarui desain label produk wajik nanas.

SIAK, datariau.com - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Muhammadiyah Aisyiyah (KKNMas) kelompok 72 Desa Dosan melaksanakan program pendampingan UMKM dengan memperbarui desain label produk wajik nanas. Jika sebelumnya label hanya kecil dan sederhana, kini dikembangkan menjadi lebih besar, menarik, serta menonjolkan identitas lokal melalui elemen nanas dan corak khas Melayu Riau.

Perubahan ini dilakukan untuk meningkatkan daya tarik dan nilai jual wajik nanas, yang merupakan salah satu makanan khas Desa Dosan berbahan dasar nanas lokal, beras ketan, dan gula. Melalui label baru, produk diharapkan tidak hanya mempertahankan cita rasa tradisional, tetapi juga tampil lebih modern dan berdaya saing di pasar yang lebih luas.

Ridha Yusrina, mahasiswa Universitas Muhammadiyah Riau sekaligus anggota KKNMas kelompok 72, menjelaskan bahwa label baru dibuat dengan menggabungkan unsur kuliner dan budaya daerah. “Sebelumnya label wajik nanas sangat sederhana dan kurang terlihat menonjol. Kami mencoba menghadirkan desain baru dengan menampilkan buah nanas sebagai ikon utama, dipadukan corak khas Melayu Riau agar produk punya identitas kuat dan mudah dikenali,” katanya.

Senada dengan itu, Zafira Azzany, mahasiswa Universitas Muhammadiyah Bangka Belitung, menambahkan bahwa sentuhan corak Melayu Riau menjadi simbol kebanggaan masyarakat setempat. “Kami ingin label ini bukan sekadar hiasan, tetapi juga representasi budaya Melayu Riau. Dengan begitu, produk wajik nanas bisa dikenal tidak hanya karena rasanya, tetapi juga karena membawa nilai budaya,” jelasnya.

Pelaku UMKM, Ibu Suci, menyampaikan apresiasinya atas bantuan mahasiswa. “Dulu wajik nanas saya hanya pakai label kecil yang sederhana. Sekarang, dengan label baru yang lebih besar dan cantik, ditambah corak Melayu Riau, produk jadi lebih berkelas. Semoga dengan ini penjualan semakin meningkat,” ujarnya penuh harap.

Kegiatan ini disambut positif oleh masyarakat dan perangkat desa. Kolaborasi antara mahasiswa KKNMas dan pelaku UMKM diharapkan dapat menjadikan wajik nanas berlabel corak Melayu Riau sebagai ikon kuliner Desa Dosan yang mampu bersaing, sekaligus melestarikan identitas budaya lokal.***

Penulis
: Sandra Audina
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)