SIAK, datariau.com - Dalam rangka mendukung peningkatan kesehatan masyarakat, kelompok Kuliah Kerja Nyata Muhammadiyah Aisyiyah (KKNMas) 72 Desa Dosan mengadakan kegiatan sosialisasi DAGUSIBU (Dapatkan, Gunakan, Simpan, Buang Obat dengan Benar) di Posyandu Melur Desa Dosan, Kecamatan Pusako, Kabupaten Siak, belum lama ini. Kegiatan ini menjadi salah satu program unggulan yang sejalan dengan tema KKN, yakni “Gerakan Mahasiswa untuk Desa Sehat, Cerdas, dan Hijau.”
Sosialisasi tersebut dihadiri oleh para ibu kader posyandu, orang tua balita, serta masyarakat sekitar yang rutin memanfaatkan layanan kesehatan di Posyandu Melur. Sejak awal kegiatan, peserta tampak antusias mengikuti jalannya penyuluhan yang dipandu oleh mahasiswa KKNMas dari Jurusan Farmasi Universitas Muhammadiyah Riau, yaitu Ollyvia Qonitah dan Irmah Syahriani.
Dalam pemaparannya, kedua mahasiswa menjelaskan secara rinci tentang empat langkah penting dalam mengelola obat. Pertama, masyarakat dihimbau agar selalu mendapatkan obat dari sumber resmi dan terpercaya, baik dari apotek, puskesmas, maupun tenaga kesehatan. Kedua, obat harus digunakan sesuai dengan aturan pakai dan dosis yang telah ditentukan, agar terhindar dari efek samping yang merugikan. Ketiga, obat yang tersisa perlu disimpan dengan cara yang benar, misalnya diletakkan di tempat sejuk, kering, serta jauh dari jangkauan anak-anak. Keempat, obat yang sudah kadaluarsa atau tidak layak konsumsi harus dibuang secara aman, tidak sembarangan, sehingga tidak membahayakan lingkungan maupun orang lain.
Untuk memperjelas materi, mahasiswa KKNMas juga menampilkan contoh obat-obatan sehari-hari serta cara membaca label dan tanggal kadaluarsa. Peserta diajak berdiskusi mengenai pengalaman mereka dalam menyimpan dan menggunakan obat di rumah. Beberapa warga mengaku sering menyimpan obat tanpa memperhatikan tanggal kedaluwarsa, sehingga merasa terbantu dengan pengetahuan baru yang mereka peroleh.
Kepala Posyandu Melur, Era Yunita, mengapresiasi kegiatan ini. Menurutnya, edukasi tentang DAGUSIBU sangat penting karena masih banyak masyarakat yang kurang memahami cara mengelola obat dengan benar. “Kegiatan ini sangat bermanfaat, terutama bagi para orang tua. Dengan pemahaman yang benar, masyarakat bisa lebih cermat dan bijak dalam penggunaan obat, sehingga kesehatan keluarga lebih terjaga,” ungkapnya.
Sosialisasi berlangsung interaktif dengan adanya sesi tanya jawab. Peserta terlihat aktif mengajukan pertanyaan, mulai dari cara menyimpan obat sirup untuk anak, penggunaan obat tradisional, hingga cara membuang obat cair yang sudah tidak layak konsumsi. Suasana diskusi berjalan hangat dan penuh semangat belajar.
Mahasiswa KKNMas berharap, melalui program ini masyarakat Desa Dosan semakin sadar akan pentingnya penggunaan obat yang aman, bertanggung jawab, dan sesuai aturan. “Kami ingin masyarakat tidak hanya menggunakan obat saat sakit, tetapi juga memahami cara mendapatkan, menyimpan, dan membuang obat dengan benar. Dengan begitu, kualitas kesehatan keluarga dapat terus ditingkatkan,” tutur Ollyvia Qonitah di akhir kegiatan.
Acara ditutup dengan pembagian leaflet berisi informasi tentang DAGUSIBU agar pesan yang telah disampaikan dapat terus diingat dan dipraktikkan oleh masyarakat. Dengan adanya sosialisasi ini, KKNMas Kelompok 72 berharap Desa Dosan dapat menjadi contoh desa yang cerdas dalam pengelolaan obat, sekaligus lebih peduli terhadap kesehatan dan keselamatan warganya.***