Cegah Isu Hoax, Mahasiswa Kukerta Bandar Alai Kari UNRI Sosialisasi Vaksin Covid-19

datariau.com
812 view
Cegah Isu Hoax, Mahasiswa Kukerta Bandar Alai Kari UNRI Sosialisasi Vaksin Covid-19

KUANSING, datariau.com - Banyak beredar isu miring bahwa vaksin Covid-19 berisi microchip magnetis. Isu tersebut diperkuat dengan munculnya video yang menunjukkan ketika seseorang menempelkan uang koin di lengan bekas suntikan maka koin tersebut menempel. Padahal faktanya lubang jarum suntikan sangat kecil, tidak mungkin partikel bisa melewati.

Selain itu, muncul pula isu mengenai vaksin yang disuntikkan kepada presiden berbeda dengan vaksin yang beredar di masyarakat. Hal-hal seperti ini memperkuat keraguan dan menimbulkan ketakutan masyarakat. Maka dengan menanggapi isu tersebut, tim Kukerta UNRI Desa Bandar Alai Kari kecamatan Kuantan Tengah, Kuantan Singingi, Provinsi Riau, mengadakan sosialisasi vaksin Covid-19 guna menampik isu yang sudah beredar di kalangan masyarakat.

Sosialisasi Vaksin Covid-19 diadakan pada Kamis 29 Juli 2021 pukul 14.00 sampai selesai. Acara ini bertemakan ?Mengapa Vaksin Itu Penting? Yuk Kenali, Lawan, dan Kebal?, dengan harapan masyarakat benar-benar menghiraukan ajakan vaksin dari pemerintah. Acara ini dihadiri oleh Tim Puskesmas Kari, perangkat desa, masyarakat, serta segenap ibu kader desa dengan total partisipan yang datang sebanyak 40 orang.

Acara berjalan dengan khidmat, diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur?an dari anggota Tim Kukerta. Kemudian dilanjutkan dengan penyampaian kata sambutan dari ketua pelaksana sosialisasi Sukma Handayani dari Tim Kukerta. Setelah itu penyampaian kata sambutan oleh Kepala Desa Bandar Alai Kari Drs Endrayani, sekaligus membuka acara sosialisasi ini. Lalu Tim Puskesmas Kari selaku sumber informasi memberikan penyuluhan yang dalam hal ini diwakili oleh Gusria Ningsih SKM.

Dijelaskan Gusria Ningsi bahwa vaksin tersebut bukanlah sebagai obat, tetapi merupakan mikroorganisme antigen yang berasal dari virus yang sudah mati dengan tujuan meningkatkan imunitas tubuh dalam menghadapi virus.

Dalam hal kasus Covid-19, orang yang sudah divaksin bukan berarti tidak akan tertular penyakit, akan tetapi gejalanya tidak akan seberat orang yang belum divaksin.

"Jadi jangan lengah, tetap laksanakan protokol kesehatan. Bagi masyarakat yang pernah positif, vaksin tetap sebagai keharusan baginya dengan rentang waktu 3 bulan setelah negatif,? ujar Gusria Ningsih selaku penyuluh dari Puskesmas.

Acara ini diadakan di Gedung Serba Guna Desa Bandar Alai Kari. Sasaran sosialisasi ini adalah masyarakat, perangkat desa, dan segenap ibu-ibu kader desa dengan harapan akan menjadi perpanjangan tangan informasi penting mengenai Covid-19 tersebut.

Para hadirin terlihat sangat antusias, hal ini dilihat dari beberapa partisipan yang memberikan pertanyaan dalam sesi diskusi terkait keraguan mereka soal vaksinasi.

Tim Puskesmas menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut dengan sangat baik dan detail. Acara Sosialisasi Vaksin Covid-19 yang ditaja oleh mahasiswa Kukerta Unri di Desa Banda Alai Kari kecamatan Kuantan Tengah, Kuantan Singingi berjalan dengan sukses. (Annisa Septia Mulyani)

JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)