Bantu Tingkatkan Perekonomian, Mahasiswa Kukerta BK UNRI Ciptakan Aquaponik Rakit Apung untuk Membangun UMKM di Desa Koto Sentajo

datariau.com
765 view
Bantu Tingkatkan Perekonomian, Mahasiswa Kukerta BK UNRI Ciptakan Aquaponik Rakit Apung untuk Membangun UMKM di Desa Koto Sentajo

KUANSING, datariau.com - Tim Kukerta (kuliah kerja nyata) Balek Kampung Mahasiswa Universitas Riau mengadakan sosialisasi mengenai Aquaponik Rakit Apung, Jumat (6/8/2021) pukul 16.00 WIB, yang bertujuan untuk meningkatkan UMKM masyarakat di MDTA Raudhatul Jannah, Desa Koto Sentajo, Kecamatan Sentajo Raya, Kabupaten Kuantan Singingi, Provinsi Riau. Kegiatan sosialisasi ini berjalan lancar dengan tetap menerapkan protokol kesehatan.

Acara ini dihadiri oleh kepala desa, perangkat desa, anggota BPD (Badan Permusyawaratan Desa), anggota LPM (Lembaga Pemberdayaan Desa) dan ketua RT/RW setempat, yang diharapkan dapat menyampaikan kembali materi kegiatan ini kepada masyarakat agar dapat diterapkan nantinya dalam upaya peningkatan umkm dan sebagai tambahan pendapatan bagi masyarakat selama masa pandemi covid-19 ini.

Dalam sosialisasi yang dihadiri oleh 25 orang tersebut, Arindo Karisma selaku Ketua Tim Kukerta Balek Kampung sekaligus pemateri dari kegiatan sosialisasi ini memaparkan pengertian, manfaat, alat dan bahan serta peran dari pembuatan aquaponik rakit apung kepada masyarakat.

Adapun definisi dari aquaponik rakit apung berdasarkan yang disampaikan oleh pemateri merupakan penggabungan budidaya tanaman dan budidaya ikan menggunakan konsep rakit apung dalam satu kesatuan yang saling menguntungkan antara tanaman dan ikan.

Dijelaskan pula, pada teknik aquaponik limbah budidaya ikan dan sisa pakan digunakan sebagai pupuk bagi tanaman. Dinamakan rakit apung karena tanaman yang ditanam pada rakit, diapungkan diatas kolam sehingga terlihat seperti rakit yang mengapung.

Sedangkan manfaat dan juga peran dari budidaya ini adalah untuk meningkatkan produktivitas masyarakat dalam menghasilkan ikan dan sayuran organik dimasa pandemi sehingga masyarakat tidak perlu membeli lagi melainkan dapat menghasilkan sendiri, yang bahkan bisa dijadikan tambahan pendapatan bila dikembangkan skala budidayanya.

Pada sosialisasi aquaponik rakit apung ini, tim kukerta balek kampung memaparkan cara yang praktis dan ekonomis dalam pembuatan kolam yang hanya membutuhkan alat dan bahan yang sering dijumpai dikehidupan sehari-hari.

Selama sosialisasi berlangsung, tim kukerta balek kampung juga melakukan sesi tanya jawab dengan peserta sosialisasi mengenai materi yang disampaikan dan disambut antusias oleh peserta sehingga suasana saat sosialisasi berlangsung sangat harmonis.

Diantara pertanyaan yang diajukan oleh peserta terdapat pertanyaan mengenai jenis ikan dan juga media tanam yang digunakan dalam budidaya ini.

Penanggung jawab, Rizky Ramadhan yang merupakan mahasiswa fakultas perikanan dan kelautan universitas riau, menjelaskan bahwa jika jenis ikan yang dapat digunakan bisa menggunakan jenis ikan apa saja, akan tetapi untuk jenis tanaman hanya bisa menggunakan tanaman hydroponik (tanaman yang dapat tumbuh di air).

"Pada sosialisasi kali ini kami menggunakan ikan lele untuk meminimalisir biaya, karena ikan lele tidak memerlukan aerator air. sedangkan untuk ikan nila dan gurame memerlukan aerator air untuk melarutkan oksigen yang ada di udara ke dalam kolam," katanya.

Pada akhir sosialisasi banyak warga yang mengutarakan pendapat positif mengenai aquaponik rakit apung ini, karena penggunaan rakit apung pada kolam aquaponik merupakan hal baru bagi masyarakat koto sentajo yang belum pernah diterapkan.

?Saya berharap masyarakat desa Koto Sentajo dapat menyerap ilmu yang telah dituangkan adek-adek mahasiswa, dan semoga ada warga yang nantinya bisa mempraktekkan model budidaya yang telah adek-adek mahasiswa sampaikan tadi sepulangnya ke rumah, karena saya pun juga optimis dengan hal ini,? kata Kepala Desa Koto Sentajo Arliyusman, saat dimintai pendapatnya di akhir sosialisasi.

Tim Kukerta Balek Kampung pun juga berharap program kerja berupa aquaponik rakit apung yang telah mereka rancang sedemkian rupa dapat berjalan baik serta diterapkan oleh warga Desa Koto Sentajo. (rls)

Penulis
: Isrotul Muniroh
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)