DATARIAU.COM - Bagi kita yang pernah atau bahkan masih merayakan hari kelahiran Nabi mungkin tidak pernah kritis dan menanyakan darimana asal perayaan itu. Nah, sekarang coba buka mata, ada beberapa pertanyaan yang harus dijawab. Berikut kami muat dikutip dari group Sobat Muslim.
Saudaraku...
Mencintai Rosulullah ﷺ adalah syarat keimanan... Semua muslim dan mu'min _insya Allah_ di hatinya terdapat kecintaan kepada Beliau...
Namun ketahuilah...
Bahwa cinta adalah amalan hati, adapun prakteknya tentu saja harus sesuai yang diperintahkan dan dicontohkan beliau dan para sahabatnya, karena para sahabat generasi yang paling cinta kepada beliau.
Di bulan ini (Robi'ul awal), kaum muslimin menumpahkan Rasa Cintanya kepada beliau dengan marak melakukan Maulid Nabi...
Maka benarkah dengan cara itu kita menumpahkan cinta kita kepadanya? Maka simaklah beberapa pertanyaan ini :
*1. Pertanyaan Pertama :*
_Berapa kali Nabi ﷺ merayakan maulid (ulang tahun) beliau..?_
*2. Pertanyaan Kedua :*
_Sebutkan satu dalil saja dari Nabi ﷺ yang memerintahkan para sahabat Radhiyallahu 'anhum untuk merayakan maulid beliau..?!_
*3. Pertanyaan Ketiga :*
_Siapakah khalifah rasyidin yang pertama kali merayakan maulid Nabi yang mulia..?_
*4. Pertanyaan Keempat :*
_Dimanakah para sahabat ridhwanullah alaihim pertama kali merayakan maulid Nabi yang mulia..?_
*5. Pertanyaan Kelima :*
_Sebutkan bagaimana cara perayaan maulid Nabi di zaman sahabat? Dan jenis manisan dan makanan apa saja yang dibagikan saat acara maulidan tsb..?_
*6. Pertanyaan Keenam :*
_Sebutkan tahun berapa para imam yang empat mengadakan peringatan maulid Nabi yang mulia..?_
*7. Pertanyaan ketujuh :*
_Apakah nasyid populer yang disenandungkan saat peringatan maulid di zaman sahabat Radhiyallahu 'anhum dan tabi'in..??_
⚠ *PERHATIAN :*
Jawaban haruslah dari al-Qur'an dan sunnah, atau atsar sahabat _Radhiyallahu anhum_ dan tabi'in _rahimahumullâhu_.
Apabila tidak Anda dapati, mungkin bisa Anda infokan kepada kami *_darimana dan bagaimana bisa peringatan seperti ini muncul?_*
*Dan mengapa pula para sahabat _Radhiyallahu 'anhum_ dan para tabi'in seperti para imam yang empat koq bisa sampai lalai dari mengerjakan hal ini?*
*ARAHAN KEKASIH KITA...*
فَعَلَيْكُمْ بِسُنَّتِي ، وَسُنَّةِ الْخُلَفَاءِ الرَّاشِدِينَ الْمَهْدِيِّينَ ، عَضُّوا عَلَيْهَا بِالنَّوَاجِذِ ، وَإِيَّاكُمْ وَالأُمُورَ الْمُحْدَثَاتِ ، فَإِنَّ كُلَّ بِدْعَةٍ ضَلاَلَةٌ
*_“Maka wajib atas kalian untuk berpegang teguh dengan sunnahku dan sunnah Khulafaur-rasyidin yang diberi petunjuk (yang datang) sesudahku, gigitlah sunnah itu dengan gigi geraham kalian. Dan jauhilah perkara-perkara baru yang diada-adakan (dalam urusan agama -ed). Karena sesungguhnya setiap perkara yang baru itu bid’ah dan setiap bid’ah itu sesat.”_*
(HR.at-Tirmidzi hadits no. 2676, beliau mengatakan Hasan Shahih)
*PONDASI AHLUSSUNNAH..*
Imam Ahmad _Rahimahumullâhu_ berkata :
أُصُوْلُ السُّنَّةِ عِنْدَنَا اَلتَّمَسُّكُ بِمَا كَانَ عَلَيْهِ أَصْحَابُ رَسُوْلِ اللهِ صلى الله عليه وعلى آله وسلم وَالْإِقْتِدَاءُ بِهِمْ وَتَرْكُ الْبِدَعَ وَكُلُّ بِدْعَةٍ ضَلاَلَةٌ
*_“Pokok sunnah di sisi kami adalah berpegang teguh dengan apa-apa yang para shahabat Rasulullah Shollallahu ‘alaihi wa ‘ala alihi wasallam berada di atasnya, meneladani mereka serta meninggalkan bid’ah dan setiap bid’ah adalah kesesatan”_*.
_Semoga Manfaat..._