Mahasiswa KKN UR Praktek Membuat Kerupuk Kulit Ikan Lele di Siak

datariau.com
933 view
Mahasiswa KKN UR Praktek Membuat Kerupuk Kulit Ikan Lele di Siak
SIAK, datariau.com - Mahasiwa Kuliah Kerja Nyata Universitas Riau, mengadakan sosialisasi dan praktek pembuatan abon dan kerupuk kulit ikan lele di desa Belading, Kecamatan Sabak Auh, Kabupaten Siak, Ahad (4/8/2019).

Kegiatan diikuti ibu-ibu PKK dan ibu rumah tangga Dusun 3 Desa Belading ini, merupakan salah satu program kerja Mahasiswa Kukerta Tematik Universitas Riau tahun 2019.

Adapun bahan utama dari olahan ini adalah ikan lele, dipilih karena mudah didapat dan mudah untuk dibudidayakan.

Sebeleumnya, mahasiswa Kukerta Universitas Riau juga sudah membudidayakan sekitar 3000 bibit ikan lele di kolam dengan ukuran 4x5 m yang diserahkan untuk masyarakat Desa Belading, yang juga diharapkan nantinya dapat digunakan oleh masyarakat sebagai bahan olahan abon lele ini sendiri.

Setelah diadakan kegiatan ini, diharapkan masyarakat dapat melanjutkannya menjadi olahan rumahan yang menguntungkan dan mempunyai nilai jual, juga diharapkan dapat menjadi oleh-oleh khas dari Desa Belading.

"Karna di sini sebagian besar masyarakatnya bertani dan berkebun, jadi harapan kita adalah olahan abon ikan lele dan kerupuk kulit ini dapat menjadi alternatif lain ketika musim panen belum tiba atau ketika terjadi hal lainnya, seperti musim kemarau atau kemungkinan gagal panen," kata Yan Dwi Anggi selaku Koordinator Desa Mahasiswa Kukerta Universitas Riau.

"Selain itu juga, kita berharap jika abon ikan lele ini bisa menjadi oleh-oleh khas Desa Belading, karena yang kita tahu ikan lele sendiri mudah untuk dibudidayakan dan beberapa warga desa di sini juga sudah mempunyai kolam ikan lele sendiri," lanjut Yan Dwi Anggi.



Ine Yulia Rizky, selaku Ketua Pelaksana mengatakan, bahwa ikan lele dipilih selain mudah didapat juga mempunyai banyak vitamin. Selain itu, bahan-bahan yang digunakan juga tidak sulit didapatkan. Adapaun bahan yang digunakan seperti cabai merah, bawang merah, bawang putih, merica, jahe, lengkuas, gula merah, asam jawa, serai, daun salam, dan santan murni.

"Jadi, karena bahan-bahannya murah dan mudah didapat, kita sangat berharap jika olahan ini dapat dilanjutkan menjadi usaha rumahan yang mempunyai nilai jual yang cukup tinggi," bebernya.

Lina, salah seorang peserta yang hadir menambahkan, bahwa kegiatan ini bagus. Karena sebelumnya belum pernah ada yang mengadakan kegiatan seperti ini. Terlebih bahan utamanya sangat mudah untuk didapatkan.

"Berhubung ibu-ibu PKK sering mengadakan lomba dan kegiatan, ini bisa menjadi referensi produk bagi ibu-ibu PKK untuk kegiatan selanjutnya," tutup Lina. (rls)
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)