URGENSI & KEUTAMAAN TAUHID
✍Syeikhul Islam Ibnu Taimiyah-rahimahullah-menuturkan :
❍كثرة الذنوب مع
صحة التوحيد
خير من قلة الذنوب مع فساد التوحيد
"Bergelimang dosa namun tauhid benar, itu lebih baik dibanding minim dosa, tetapi tauhid rusak."[1]
❍ "قل هو اللهُ أحد" مع قلة حروفها تعدل ثلث القرآن ،
لأن فيها التوحيد ، فعُلم أن آيات التوحيد أفضل من غيرها...
"Qul huwallahu ahad", meski jumlah hurufnya sedikit, namun seimbang dengan 1/3 al-qur'an, sebab kandungannya adalah tauhid, sehingga diketahui bahwa ayat-ayat (tentang) tauhid lebih afdhol (utama) dibanding selainnya."[2]
❍ مَنْ حَقَّقَ التَّوْحِيدَ وَالِاسْتِغْفَارَ
فَلَا بُدَّ أَنْ يُرْفَعَ عَنْهُ الشَّرُّ ؛ فَلِهَذَا قَالَ ذُو النُّونِ :
{ لَا إلَهَ إلَّا أَنْتَ سُبْحَانَكَ إنِّي كُنْتُ مِنَ الظَّالِمِينَ } .
وَلِهَذَا يَقْرِنُ اللَّهُ بَيْنَ التَّوْحِيدِ وَالِاسْتِغْفَارِ فِي غَيْرِ مَوْضِعٍ ، كَقَوْلِهِ تَعَالَى :
{ فَاعْلَمْ أَنَّهُ لَا إلَهَ إلَّا اللَّهُ وَاسْتَغْفِرْ لِذَنْبِكَ وَلِلْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ }
"Barangsiapa yang merealisasikan tauhid dan istighfar, niscaya akan diangkat darinya keburukan, oleh karena itu, Dzun Nun (Nabi Yunus -alaihissalam- ) berdoa :
لَا إِلَٰهَ إِلَّا أَنْتَ سُبْحَانَكَ إِنِّي كُنْتُ مِنَ الظَّالِمِينَ
"Bahwa tidak ada Ilah selain Engkau. Maha Suci Engkau, sesungguhnya aku adalah termasuk orang-orang yang zalim".[QS. Al-Anbiyaa : 87].
Oleh sebab itu pula, Allah menggandengkan antara tauhid & istighfar di beberapa tempat, seperti firman-Nya :
فَاعْلَمْ أَنَّهُ لَا إِلَٰهَ إِلَّا اللَّهُ وَاسْتَغْفِرْ لِذَنْبِكَ وَلِلْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ
"Maka ketahuilah, bahwa sesungguhnya tidak ada Ilah (sesembahan yang haq) selain Allah dan mohonlah ampunan bagi dosamu dan bagi (dosa) orang-orang mukmin, laki-laki dan perempuan."[QS. Muhammad : 19].[3]
❍ كل من كان عن التوحيد والسنة أبعد،
كان إلى الشرك والبدعة والافتراء أقرب"
"Setiap orang yang semakin jauh dengan tauhid & sunnah, maka semakin dekat dengan kesyirikan, bid'ah dan kedustaan yang diada-adakan".[4]
❍ أول الدين وآخره
وظاهره وباطنه
هو التوحيد وإخلاص الدين كله لله هو تحقيق قول لاإله إلا الله
"Agama ini, mulai dari awal hingga akhir, yang zhohir hingga batinnya, adalah tauhid dan mengikhlaskan agama seluruhnya hanya kepada Allah, serta itulah realisasi dari "Laa Ilaha Illallah".[5]
❍ التوحيد أصل الإيمان
وهو الكلام الفارق بين أهل الجنة وأهل النار
وهو ثمن الجنة ولا يصح إسلام أحد إلا به"
"Pondasi dari keimanan adalah tauhid, yang merupakan kalimat pembeda antara ahli surga dengan ahli neraka, sekaligus harga dari surga, serta keislaman seseorang tidak sah tanpanya".[6]
❍ ولا شيء أحب إلى الله من التوحيد
ولا شيء أبغض إليه من الشرك .
"Tidak ada sesuatu yang paling Allah cintai daripada tauhid, dan tidak ada sesuatu yang paling Allah murkai daripada syirik".[7].
__________
Maraji' :
[1] Al-Istiqomah : 1/466
[2] Majmu Al-Fatawa : 19/17
[3] Majmu Al-Fatawa : 10/262
[4] Iqtidho Ash-Shirotal Mustaqim, hal 501
[5] Majmu Al-Fatawa : 10/264
[6] Majmu Al-Fatawa : 24/235
[7] Al-Istiqomah, hal 364.
══════ ❁✿❁ ══════
Penyusun :
Al-Ustâdz Hilal Abu Naufal Al Makassary