Ini Hasil Forum Nasional Sosial Masyarakat BEM Se-Indonesia

datariau.com
5.638 view
Ini Hasil Forum Nasional Sosial Masyarakat BEM Se-Indonesia
Foto: Niza Nurfajriah
Forum Nasional Sosial Masyarakat (Fornas Sosmas) yang ke-VI diselenggarakan di Universitas Syiah Kuala di Aceh.
BANDA ACEH, datariau.com - Forum Nasional Sosial Masyarakat (Fornas Sosmas) yang diwakili oleh para menteri atau delegasi dari BEM di bidang Pengabdian Masyarakat atau Sosial Masyarakat di Perguruan Tinggi se-Indonesia yang ke-VI diselenggarakan di Universitas Syiah Kuala di Aceh.

Muhammad Ilham Bilhaya yang merupakan peserta Fornas Sosmas mengatakan bahwa untuk kegiatan sidang dimulai dari Rabu sampai hari Jumat (27-29/8/2019). Acara ini hanya diikuti oleh beberapa universitas. Tidak semua universitas mengirimkan perwakilan untuk mengikuti forum ini. Ilham merupakan salah satu peserta yang berasal dari Universitas Negeri Riau (UNRI).

"Forum terbuka untuk universitas se-Indonesia tapi terbagi dalam 9 wilayah dan nantinya ada penentuan koordinator wilayah masing-masingnya. Untuk Riau terbagi ke dalam wilayah 2," terangnya.

Kampus yang hadir pada saat Mukernas ini adalah UNRI, PCR, UNP, Unand, IAIN Batu Sangkar, STIFIE dan ada beberapa universitas yang datang terlambat. Masing-masing kampus hanya mengirimkan dua orang perwakilan dan ada juga yang satu.

Fornas Sosmas BEM se-Indoneisa bertujuan mewujudkan dan membina kekeluargaan antara BEM khususnya di bidang Pengabdian dan Sosial Masyarakat yang berwawasan kerakyatan, memiliki integritas yang tinggi, menjadikan manusia seutuhnya dengan loyalitas dalam bekerja dan totalitas dalam berkarya dan meningkatkan keterampilan mahasiswa, serta menjalankan peran Tri Dharma Perguruan Tinggi.

Adapun hasil sidang kerja nasional ini, Ilham memaparkan secara rinci diantaranya ialah membahas mengenai laporan pertanggungjawaban dari tiap kordinator wilayah yang terbagi dalam 9 bagian wilayah, penyampaian laporan pertanggungjawaban dari kordinator nasional yang disampaikan langsung oleh Kwartanti Fajriatin Budiman, setelah penyampaian dari koordinator wilayah dan koordinator nasional, maka qorum menerima laporan pertanggungjawaban dan presidium mendemisionerkan.

Koordinator wilayah dan koordinator nasional yang sebelumnya terpilih pada saat musyawarah kerja nasional V yang dilaksanakan di desa Teluk Jering yang merupakan desa binaan BEM Universitas Riau, setelah mendemisionerkan dan pemilihan presidium sidang tetap, maka dilaksanakannya pembahasan mengenai Piagam Fornasosmas.

Setelah itu, dilanjutkan dengan pemilihan koordinator nasional yang baru melalui musyawarah mufakat yang hasilnya Aris selaku perwakilan dari BEM Universitas Brawijaya terpilih menjadi koordinator nasional. Setelah itu dilaksanakan pembahasan mengenai program kerja nasional yang membahas mengenai pemetaan wilayah dari seluruh wilayah yang ada di Indonesia.

"Setelah itu barulah adanya pemilihan koordinator dari setiap wilayah, dimana pemilihannya melalui musyawarah dalam pembagian tiap wilayah, dibahas mengenai pemilihan tuan rumah untuk penyelanggaraan Mukernas dan ekspedisi nasional yang menghasilkan bahwa UNMUl terpilih menjadi tuan rumah Mukernas dan Universitas Jambi terpilih menjadi tuan rumah ekspedisi nasional," pungkasnya. (niz)
Penulis
: Niza Nurfajriah
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)