PEKANBARU, datariau.com - Program Muhadharah di Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Islam Riau yang diselenggarakan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) kerjasama Forum Studi Islam (FSI) Al Islah resmi dibuka Dekan FAI UIR Dr H Zulkifly MME MSy, Jumat (30/11/2018).
Program muhadharah merupakan kegiatan latihan bertujuan meningkatkan potensi yang dimiliki mahasiswa. Kegiatan Muhadharah dilaksanakan setiap Jum'at.
"Muhadharah merupakan nilai tambah bagi mahasiswa karena kegiatan seperti muhadharah tidak ada dalam SKS mahasiswa," sebut dekan.
Kegiatan muhadharah sebagai sarana melatih keterampilan untuk dijadikan bekal mahasiswa saat berada di lapangan.
"Untuk itu mulai tahun ini wajib hukumnya mahasiswa bahasa arabnya speaking dalam bahasa Inggris. Kalau tidak ini memalukan nama fakultas," tegas dekan.
Dekan menambahkan, mahasiswa FAI saat berada di masyarakat maka secara otomatis masyarakat menganggap semua yang namanya mahasiswa FAI bisa baca doa dan bisa jadi imam shalat.
"Karena di masyarakat kita sudah terpola bahwa yang namanya mahasiswa FAI itu pasti sudah bisa semua. Kalau tidak percaya silakan pulang kampung," tambah Dekan.
Dekan berharap mahasiswa FAI siap dan terampil dalam situasi dan di kondisi apapun. Ketika mahasiswa FAI berada di masyarakat tiba-tiba langsung diminta jadi imam tentu harus siap apalagi kalau diminta jadi khatib.
Nah, sambung dekan kegiatan muhadharah tentu menjadi sarana penting bagi mahasiswa sebab pembelajaran yang disampaikan dosen dalam kelas tidak memberikan pendalaman materi mengenai hal tersebut.
"Oleh karena itu saya mengucapkan terima kasih kepada BEM beserta anggotanya yang telah membuat kegiatan ini. Kegiatan ini sangat bermakna maka mari ikuti secara seksama dan ambil manfaatnya," harap dekan.
Anashri Al Mukhti Gubernur BEM FAI UIR kepada datariau.com menjelaskan, muhadharah bertujuan untuk mengasah kemampuan mahasiswa agar terbiasa tampil sekaligus mempersiapkan mental.
"Dalam program tersebut ditampilkan kegiatan pidato, khutbah, sholawat, tahfiz dan keterampilan lainnya," sebut Anasri.
Mahasiswa sebagai generasi penerus bangsa sebut Anasri harus mampu menjadi panutan sekaligus pelaksana kegiatan kemasyarakatan.
"Agar bisa diaplikasikan nantinya ketika terjun ke masyarakat sehingga mampu meningkatkan kualitas diri mahasiswa," papar pengurus Himpunan Mahasiswa Pendidikan Agama Islam itu.
Anasri menambahkan, mahasiswa sebagai agen perubahan diharapkan mampu memberi pencerahan di tengah masyarakat.
"Tentunya program ini untuk menunjang program KKN dan PPL di Fakultas Agama Islam saat berada di masyarakat nantinya," tutup.
Di tempat terpisah Yashari mahasiswa FAI menyampaikan apresiasinya terkait kegiatan muhadharah yang telah diresmikan. Muhadharah sebagai kegiatan melatih mental mahasiswa sangat baik dan perlu dilakukan agar mahasiswa FAI dapat melaksanakan syiar Islam di tengah masyarakat.
"Pasti sangat baik ini sudah seharusnya dilakukan apalagi mahasiswa FAI yang memang sebagai penerang di masyarakat dituntut mampu menjadi imam di masyarakat bukan hanya imam ketika shalat tapi juga imam untuk kalangan masyarakat," sebut mahasiswa Prodi Pendidikan Agama Islam itu.
Yashari menilai kegiatan muhadharah merupakan kegiatan positif dan perlu didukung semua pihak sehingga program yang telah diresmikan itu dapat terlaksana.
"Saya berharap kegiatan ini dapat menjadi sarana pembelajaran untuk mahasiswa. Mari sama-sama ikuti dan kita sukseskan agar kita semua menjadi pribadi yang bermanfaat karena sebaik-baik manusia adalah manusia yang bermanfaat," tutupnya. (abd)