PEKANBARU, datariau.com - Lima sekolah telah sepakat dengan SMPN 20 Pekanbaru untuk program adiwiyata. Kesepahaman kerjasama tersebut tertuang dalam bentuk Memorandum of Understanding (MoU) oleh lima sekolah yakni SMPN 24, 27, 28, 29 dan SMP 30.
Kepala SMPN 24 Pekanbaru Fitra Yulia Rozi MPd, selaku perwakilan dari lima sekolah menyebutkan, kelima sekolah ini akan mempersiapkan diri untuk menjadi sekolah Adiwiyata. Untuk itu pihaknya melakukan kerjasama dengan SMP 20 yang sudah meraih Adiwiyata tingkat Provinsi Riau.
"Kita secara bersama berkomitmen untuk menjadi sekolah hijau yang berwawasan lingkungan. Yakni sekolah yang memenuhi persyaratan sebagai sekolah Adiwiyata," ucap Rozi, Jumat (17/10/2014).
Lebih jauh dikatakan, MoU itu dilakukan pada Kamis 16 Oktober kemarin. Saat ini pihaknya banyak belajar dan mendapatkan bimbingan dari SMPN 20.
"Setakat ini kita juga sudah melakukan berbagai hal yang berhubungan dengan kelestarian lingkungan. Seperti meremajakan tanaman di lingkungan sekolah, menata taman, memperbaharui bunga, menanam pohon buah dan pohon pelindung," tuturnya.
Bukan hanya itu, lanjut Rozi, pihaknya juga telah membangun ruang UKS yang repersentatif, WC sekolah yang sehat, juga membuat bank sampah. "Kedepan akan mengolah sampah organik menjadi kompos," terangnya.
Secara bertahap pihaknya juga telah melakukan berbagai upaya untuk menuju sekolah berwawasan lingkungan yang lebih dikenal dengan sekolah Adiwiyata.
"Kita yakin apa yang menjadi komitmen bersama ini akan dapat tercapai sesuai dengan rencana yakni tahun 2015 menjadi sekolah Adiwiyata," tegas Rozi optimis.
Di tempat terpisah, Kepala SMPN 28 Inong Roni SPd, mengatakan, sekolah yang dipimpinya akan terus berupaya melakukan berbagai pembenahan.
"Sekarang kita sedang melakukan penataan taman sekolah, penanaman pohon dan pembuatan WC sehat. Selain itu di sekolah itu juga telah membuat ruang UKS yang bangus dan higinis," ujat Inong.
Sementara itu, Kepala SMPN 20 Pekanbaru Nurbaiti SPd, mengatakan, selaku sekolah yang sudah menyandang gelar sekolah Adiwiyata tingkat Provinsi Riau, pihaknya memang sudah sewajarnya memberikan ilmu dan binaan kepada sekolah yang memang mempersiapkan diri untuk menuju Adiwiyata.
"Dengan adanya MoU ini diharapkan terjalinnya hubungan dan kerjasama yang baik. Sehinggga 5 sekolah ini dapat menjadi sekolah Adiwiyata pula," harap Nurbaiti. (*)