RENGAT, datariau.com - Mencuatnya dugaan proyek pemerintah yang dikondisikan untuk Tim Sebelas menjadi perhatian serius Mantan Anggota DRPD Inhu H Zaharman Kaz. Dia meminta penegak hukum dapat segera melakukan penyelidikan terhadap isu proyek-proyek yang diduga dikondisikan itu.
"Walau pun ini baru sebatas isu, tapi perlu juga diselidiki, pasalnya tidak mungkin ada api kalau tidak ada asap," kata Zaharman Kaz kepada datariau.com, Jumat (25/8/2017).
"Mereka telah membuka borok mereka sendiri, itu kan masalah rawan, walau diantara mereka udah saling bantah, baik Sekda maupun Ketua KNPI, tapi logikanya, tak ada asap kalau tak ada api," lanjut Zaharman.
Atas adanya seorang yang mengaku dari tim sebelas mengungkapkan bahwa ada dugaan pengondisian proyek ini, menurut Zaharman, sudah membuka ruang buat Tim Tipikor, Kejari atau KPK untuk melakukan penyelidikan.
"Dengan latar belakang kekisruhan mereka, kita minta penegak hukum segera lakukan penyelidikan," pinta H Zarman Kaz sebagai tokoh masyarakat.
Sebelumnya diberitakan, isu tentang adanya sejumlah proyek yang diduga dikondisikan untuk Tim Sebelas yang merupakan tim pemenangan Bupati Inhu Yopi Aryanto pada periode kedua kemarin, mencuat.
Seorang yang mengaku tergabung dalam tim sebelas bercerita kepada datariau.com beberapa waktu lalu, bahwa lebih kurang 3 pekan yang lalu dia dan tim sebelas bertemu dengan Plt Sekda Inhu di rumah makan Sawong Bandung dekat SPBU Pematang Reba.
"Di hadapan kami pak Plt Sekda Inhu telepon Ketua LPSE menyampaikan bahwa ada beberapa paket proyek untuk tim sebelas. Namun hingga kini proyek tersebut tidak sampai kepada kami selaku tim sebelas, tapi malah Ketua KNPI Inhu yang dapat dan mengerjakan proyek yang dijanjikan Plt Sekda itu," sebut salah satu tim sebelas itu yang meminta namanya jangan disebutkan.
Salah satu proyek yang dijanjikan, katanya, yakni Pembangunan Pasar di SP2 kecamatan Lubuk Batu Jaya dengan nilai lebih kurang Rp1 miliar, SMPN 4 Pasir Penyu, SDN 012 Sei Lala dan ada beberapa item lagi yang dijanjikan oleh Plt Sekda Inhu saat itu.
Terkait isu ini, Plt Sekda Inhu Ir H Hendrizal saat dikonfirmasi membantah. "Semua itu tidak benar, mana ada saya mengondisikan proyek untuk tim sebelas maupun untuk Ketua KNPI Inhu. Di zaman sekarang ini mana ada pejabat yang berani mengondisikan proyek, jadi semua tudingan yang disampaikan oleh tim sebelas itu tidak benar," tegas Ir H Hendrizal.
Sementara itu, Ketua DPD KNPI Inhu Daniel Eka Pernada saat dikonfirmasi juga membantah keras tudingan tersebut.
"Semua tudingan yang disampaikan yang mengaku dari tim sebelas itu tidak benar, saya dapat proyek atas kerja keras saya dan bukan dari Plt Sekda Inhu, kalau tidak percaya silahkan diaudit. Saya siap diperiksa oleh pihak mana pun kalau ada main mata dengan Plt Sekda Inhu. Proyek pembangunan Pasar di SP2 Lubuk Batu Jaya itu saya ikut lelang," tegas Danil.