Gelaran Wayang IKJR Inhu Terkesan sebagai Tandingan PKJ, Diduga Ada Unsur Politik

datariau.com
1.870 view
Gelaran Wayang IKJR Inhu Terkesan sebagai Tandingan PKJ, Diduga Ada Unsur Politik
Dok.
Pegelaran wayang semalam suntuk oleh PKJ belum lama ini.

RENGAT, datariau.com - Momen langka terjadi di Inhu menjelang tahun politik Pilgubri 2018 ini, dimana dalam bulan Muharam biasanya hanya sekali pegelaran wayang, namun tahun ini dilaksanakan dua kali dengan organisasi berbeda.

Kali ini dilaksanakan Ikatakan Keluarga Jawa Riau (IKJR) Kabupaten Inhu yang ingin menggelar wayang kulit semalam suntuk dalam rangka penutupan 1 Muharram 1413 H sekaligus menyongsong bulan Safar, Sabtu (21/10/2017) di stadion Kecamatan Pasir Penyu.

Tentu saja adanya rencana agenda ini membuat bingung beberapa warga, karena tak pernah terjadi hal seperti ini, pegelaran wayang dua kali dalam sebulan. "Biasanya sekali saja, dilakukan PKJ udah tak ada lagi, tapi aneh tahun ini dua kali," kata seorang warga Inhu Amad kepada datariau.com, Kamis (19/10/2017).

Dia menduga ada unsur politik dalam gelaran ini. "Kita lihat saja besok, kalau kita lihat sekarang seperti ada unsur politik jelang Pilgubri," pungkasnya.

Terkesan wayangan yang digelar IKJR ini sebagai tandingan wayangan yang digelar oleh Paguyuban Keluarga Jawa (PKJ) Kembang Setaman belum lama ini di Pasar Baru Sri Gading dan dihadiri Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman. Memang saat itu tak seorang pun pejabat penting Inhu yang hadir, seperti Bupati dan Wakil tidak menghadiri acara. Setiap tahun PKJ memang melaksaakan gelaran wayang memperingati Muharram.

Ketua Panitia Pelaksana Warseno saat dikonfirmasi mengatakan, acara tersebut selain dihadiri Bupati Inhu H Yopi Arianto SE  juga pejabat Pemkab Inhu dan tokoh etnis Jawa serta tokoh masyarakat Inhu.

"Diperkirakan, puluhan ribu orang akan hadir di acara wayang kulit semalam suntuk tersebut. Karena undangan yang sudah diedarkan mencapai 3.000 undangan lebih," terang Warseno.

Dijelaskan Warseno, peringatan I Muharram 1439 H bukan hanya tahun ini saja dilaksanakan, tapi setiap tahun. "Karena ini merupakan salah satu tradisi adat budaya yang dimiliki etnis Jawa. Dengan mengundang dalang dari Lampung," ujarnya.

Ditanya bahwa wayangan yang digelar IKJR kali ini, diduga wayang tandingan yang digelar PKJ Kembang Setaman belum lama ini, karena adanya unsur politik Pilgubri 2018 mendatang, karena baru kali ini di Pasir Penyu dalam 1 Muharram 1439 H terjadi dua kali wayangan, hal ini dibantah Warseno.

"Wayangan ini tidak ada ungsur tandingan maupun politik, di Inhu saat ini ada tiga titik lokasi wayangan, salah satunya adalah di Pasir Penyu. Rencana wayangan ini dilaksanakan di Kecamatan Lirik, tapi pihak kecamatan maupun masyarakatnya tidak siap. Maka wayangan dilaksanakan di Pasir Penyu," pungkas Warseno.

Penulis
: Heri
Editor
: Riki
Sumber
: Datariau.com
Tag:
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)