Dua Paket Proyek Rehabilitasi Saluran Sekunder Layaknya Dibatalkan, Ini Penyebabnya..

datariau.com
965 view
Dua Paket Proyek Rehabilitasi Saluran Sekunder Layaknya Dibatalkan, Ini Penyebabnya..
Illustrasi

RENGAT, datariau.com - Dua paket proyek Rehabilitasi Saluran Sekunder dari Bidang Sumber Daya Air (SDA) Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Inhu layak dibatalkan. Pasalnya, dua paket proyek tersebut diduga menjadi pemicu konflik antar rekan kontraktor, oknum anggota Dewan dan juga oknum Pegawai Negeri Sipil (PNS).

Informasi yang dihimpun tim Datariau.com dari salah satu PNS mengatakan, mulai dari hari Kamis hingga hari Jumat (4/11/2016) lalu di Kantor Dinas PU hampir terjadi adu fisik atau perkelahian diduga dipicu perebutan paket proyek Rehabilitasi Saluran Sekunder di Desa Pekan Heran Kecamatan Rengat Barat, dan proyek Rehabilitasi Saluran Sekunder di Dusun Kuningan Desa Benoi Kecamatan Peranap.

Dari keterangan sumber terpercaya, rekanan kontraktor merasa bahwa proyek Rehabilitasi Saluran Sekunder itu adalah proyeknya yang sudah digiring selama 3 tahun, sementara oknum anggota Dewan mengaku itu adalah proyek aspirasinya.

Mengejutkan lagi, seorang oknum PNS malah bersikukuh bahwa proyek tersebut adalah titipan orang dekat Bupati. Namun ini perlu ditelusuri lagi kebenarannya.

Menyikapi hal ini, aktivis LSM TOPAN-RI, Jumadi mengatakan, dari pada terjadi keributan dan adu fisik, menurutnya lebih baik dua paket proyek itu dibatalkan.

"Malu rasanya kita sebagai warga Inhu hampir setiap tahun saat dimulainya proyek terjadi keributan hanya gara-gara paket, dan keributan belum lama ini terjadi di Dinas PU juga hanya gara-gara proyek," sebutnya.

Sementara informasi yang berkembang, bahwa rekanan kontraktor disebut sudah membayar sebesar Rp 6 juta untuk mendapatkan 1 paket proyek Rehabilitasi Saluran Sekunder tersebut, namun belum ada pembuktian dari informasi ini.

Terkait hal ini, Plt Kepala Dinas PU Drs H Junaidi Rahmat MSi belum dapat dimintai keterangan. Saat dihubungi melalui selulernya, nada sambung terhubung namun Junaidi Rahmat belum mengangkat telpon dari rekan media.

Penulis
: Heri
Editor
: Riki
Tag:proyek
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)