BANGKINANG KOTA, datariau.com - Bupati Kampar H Azis Zaenal SH MM membuka Ijtima' dan Musyawarah Daerah Besar Ulama IV MUI Kabupaten Kampar di Stanum Bangkinang Kota, Sabtu (16/12/2017).
Dalam acara tersebut, Bupati menyampaikan bahwa dia yakin dan komitmen MUI dan seluruh ormas Islam yang ada di Kabupaten Kampar harus dilindungi oleh pemerintah daerah, karena ormas Islam adalah salah satu elemen sebagai penopang pembangunan Kabupaten Kampar.
"Kepada seluruh umat Islam yang ada di Kabupaten Kampar agar mendukung seluruh program Pemerintah Daerah, tegur dan nasehati saya dan staf apabila melakukan kesalahan, karena ormas Islam adalah sebagai penasehat dan masukan bagi Pemda dalam meningkatkan kesejahteraan dan pembangunan Kabupaten Kampar," terangnya.

Pada kesempatan tersebut, Bupati Kampar juga mengajak semua ormas yang ada di kabupaten Kampar untuk bersatu padu, ibarat pepatah Kampar, "Tali Bapilin Tigo" karena apabila bersatu maka kuatlaah ikatan tersebut. Azis Zaenal juga berjanji untuk memberikan porsi sama terhadap seluruh ormas yang ada dikabupaten Kampar.
Sekjen MUI Indonesia Drs H Anwar Abbas menyampaikan, saat ini umat muslim tertindas, khususnya di Asia Tenggara, umat Islam selalu dituduh sebagai kaum radikal, bahwasanya tindakan kekerasan yang dilakukan kaum radikal merupakan aksi reaksi atau ada tindakan penindasan kaum muslim sebelumnya. Banyak kejadian yang menyudutkan umat Islam, sehingga ada tindakan balasan dari kaum muslim sesudahnya.
"Oleh sebab itu, MUI Indonesia mengharapkan agar membawa ajaran Islam kedalaman kehidupan sehari-hari, hingga agama Islam kembali memimpin peradaban dunia. Telah dikenal oleh dunia bahwa kedamaian dan ketentraman beragama yang ada di Indonesia telah menjadi perbandingan oleh negara Islam yang ada di Timur Tengah dan mereka berupaya mengadopsi cara Indonesia tersebut," ujar Anwar Abbas.
Ketua MUI Kabupaten Kampar Drs H Mawardi Muhammad Saleh MA dalam sambutannya mengatakan, sesuai dengan adat istiadat di kabupaten Kampar yakni Tali Bapilin Tiga, bahwa seluruh elemen masyarakat yang menjadi panutan bagi masyarakat telah hadir, diantaranya Kepala Daerah Bupati Kampar, Tokoh Masyarakat serta yang ketiga adalah alim ulama yang melengkapi adat istiadat tersebut.
Selain itu, Mawardi Muhammad Saleh juga mengungkapkan, bahwa Kabupaten Kampar memiliki pemimpin baru yang memiliki program melibatkan seluruh elemen masyarakat dalam membangun Kabupaten Kampar.
"Ini adalah program rutin dari MUI yang keempatkalinya, di dalam ijtima' ini MUI menegaskan bahwa umat Islam harus memiliki jati diri Muslim Indonesia yang sejati dan bangga sebagai umat muslim yang wasathan," paparnya.
"Kita harus bangga sebagai umatnya Nabi Besar Muhammad Shalallahu alaihi wa sallam, karena agama Islam adalah agama yang diridhoi Allah, selama ijtima' ini kita juga mengikrarkan bahwa kita harus menjadi Ummatan Wasathan sesuai dengan tema ijtima' yakni meneguhkan jati diri muslim Indonesia sebagai ummatan wasatan," ujarnya.

Dalam acara ijtima' ini, berlangsung selama tiga hari, dimulai hari ini hingga tiga hari kedepan, dijadwalkan hari ini diisi dengan pemberian materi dari Sekjen MUI Pusat Drs H Anwar Abbas, Ketua MUI Provinsi Riau Muhammad Nazir, Ketua MUI Kabupaten Kampar Drs H Mawardi Muhammad Saleh MA. Peserta yang hadir dalam ijtima' ini 140 perwakilan dari 21 Kecamatan yang ada di kabupaten Kampar.