ROHUL, datariau.com - Nampaknya Bupati Rokan Hulu H Suparman SSos MSi harus benar-benar sabar menghadapi berbagai issu negatif yang dialamatkan kepadanya. Baru saja kembali menjabat pasca permasalahan hukumnya semasa menjadi Anggota DPRD Riau, kini ia kembali diserang oknum yang tidak bertanggungjawab.
Issu negatif yang dialamatkan kepadanya yakni beredarnya selebaran mengenai hubungan orang nomor satu di Negeri Suluk Berpusaka Nan Hijau ini dengan salah seorang pengusaha bermata sipit di Kota Pekanbaru. Selebaran itu bertemakan "Selamatkan Rokan Hulu, Rokan Hulu dalam bahaya, Rokan Hulu terjajah, Rokan Hulu tergadai".
Ada beberapa poin isi selebaran yang kira-kira sangat menyudutkan orang nomor satu di Rohul itu, diantaranya dalam selebaran itu juga bertuliskan, bahwa pengusaha bermata sipit yang dimaksud di dalam selebaran itu juga memegang kendali penuh terhadap keberlangsungan pemerintahan di Kabupaten Rokan Hulu.
Kemudian selebaran itu juga bertuliskan bahwa pengusaha bermata sipit yang dimaksud juga pengendalikan penuh terhadap proyek yang ada di Rokan Hulu, penentu pejabat yang akan menduduki posisi penting di Pemerintahan Kabupaten Rokan Hulu.
Bukan hanya itu, di selebaran yang dimaksud juga terpajang foto Bupati Suparman dan pengusaha bermata sipit yang dimaksud. Parahnya lagi, selebaran itu juga bertuliskan bahwa Bupati Rokan Hulu Suparman adalah bupati palsu.
Menanggapi adanya selebaran yang disebarkan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab itu, Bupati Suparman hanya menanggapi hal itu dengan dingin saja. Bahkan ia sangat berterima kasih kepada oknum yang telah menyebarkan issu yang menyudutkannya itu.
"Saya sangat beterima kasih kepada oknum yang menyebarkan selebaran itu. Ini juga merupakan suatu koreksi bagi diri saya, apakah saya sudah benar atau belum dalam menjalankan pemerintahan di Rokan Hulu ini," kata Suparman, Kamis (26/10/2017).
Dengan adanya selebaran ini, sebut Bupati Suparman, selain berterimakasih kepada oknum yang menyebarkan, ia juga berharap kepada semua pihak agar berani terang-terangan menyampaikan koreksi ini. Pasalnya, jika disampaikan secara terang-terangan hasil akan lebih baik.
"Sekarang kita sudah terang benderang, Rokan Hulu ini dibangun bukan untuk kepentingan pribadi, suku atau golongan, tapi untuk seluruh masyarakat yang ada di negeri ini," ucap Suparman.
Bupati Suparman juga mengatakan, dirinya yakin dan percaya bahwa yang menyebarkan selebaran ini juga ingin Rokan Hulu lebih hebat kedepannya. Namun alangkah lebih baiknya jika koreksi itu disampaikan secara terang-terangan dan terarah dan bertanggungjawab.
"Saya himbau kepada seluruh masyarakat jika ada pemimpin yang tidak baik, mari kita hadang bersama, termasuk saya sendiri. Jika saya tidak baik dalam menjalankan amanah ini saya siap dihadang," ungkap Suparman.
Terkait adanya isi selebaran yang mengatakan bahwa penempatan pejabat di lingkungan Pemkab Rohul yang baru-baru ini juga sarat dengan indikasi pungutan, Bupati Suparman juga menghimbau kepada si pembuat selebaran agar bisa membuktikannya.
"Kita tanya kepada pejabat yang baru-baru ini kita lantik, apakah ada yang membayar. Saya terima kasihnya di situ, karena beberapa kali saya mengingatkan tidak ada memakai uang dalam penentuan jabatan. Jangankan untuk jabatan, bahkan baru-baru ini saya intruksikan kepada seluruh perusahaan di Rohul agar jangan melayani permintaan atau permohonan yang mengatasnamakan Pemkab Rohul atau diri saya pribadi," ungkap Suparman lagi.
Ditanya apakah adanya selebaran yang terkesan mencemarkan nama baiknya ini sudah dilaporkan ke pihak berwajib, Bupati Suparman mengaku hanya sebatas berkoordinasi saja. Bahkan ia menghimbau bahwa yang bersangkutan akan diingatkan jangan menyebar fitnah semacam ini.
"Pasalnya, jika terus-terusan difitnah, kasihan kita, negeri kita akan subur fitnah. Namun pada intinya saya secara pribadi tidak akan kasak-kusuk ini, soalnya saya sudah masak difitnah seperti ini, namun Allah masih sayang kepada saya. Saya yang ingin Rokan Hulu ini lebih baik dan hebat. Tentunya jika berbuat baik pasti ada ujiannya," sambung Suparman.
Diketahui, selebaran ini pertama kali ditemukan oleh Sudirman (37) warga Desa Sukamaju, Kecamatan Rambah. Menurut Sudirman, ia menemukan selebaran itu tepat di depan rumah pada Rabu (25/10) sekitar pukul 03.00 dini hari.
"Sekitar dini hari itu ada saya mendengar suara sepeda motor yang berhenti di depan rumah. Mungkin mereka yang mengantarkan selebaran itu. Paginya istri saya melihat selebaran itu dan saya juga kaget melihat isinya," sebut Sudirman.
Menurut Sudirman, selebaran yang diantarkan oleh oarang tak dikenal itu bukan hanya satu lembar, namun hampir 1 rim kertas HVS. Dan diakuinya saat ini masih disimpan di rumahnya.
"Saya juga heran mengapa selebaran ini diantarkan ke rumah saya. Hubungan apa coba. Kalau menurut saya ini fitnah. Kasihan kita kepada Pak Bupati Suparman," tutupnya.