391 PNS Meranti Diambil Sumpah

Admin
1.201 view
391 PNS Meranti Diambil Sumpah
Rahmad
Suasana pelantikan.

SELATPANJANG, datariau.com - Sebanyak 391 Pegawai Negeri Sipil (PNS) dilingkungan Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti diambil sumpah dan janji jabatan tahun anggaran 2017. Kegiatan yang bertujuan untuk membentuk aparatur yang taat pada Pancasila, UUD 45 serta Negara dan Bangsa Republik Indonesia itu dilaksanakan di Aula Afifa Sport, Selatpanjang, Selasa (23/5/2017).

Pengucapan sumpah oleh Bupati Kepulauan Meranti, Drs H Irwan MSi diikuti oleh seluruh PNS yang diambil sumpah sesuai agamanya masing-masing. Kemudian dilanjutkan dengan penandatanganan berita acara oleh perwakilan PNS yang dilantik dan para saksi.

Dalam hal ini, Kepala Badan Kepegawaian daerah, Drs Revirianto melalui Sekretaris, Bakharuddin mengatakan, jumlah PNS yang diambil sumpah saat ini berjumlah 391 orang Ini merupakan lanjutan setelah sebelumnya ditahun 2015 telah mengambil sumpah sebanyak 400 orang PNS.

"Diharapkan melalui pengucapan sumpah sesuai amanat PP No 53 Tahun 2010 itu, dapat menciptakan aparatur yang bermental baik, jujur dan bersih dalam melaksanakan tugasnya sebagai abdi negara," sebutnya.

Sementara Bupati menekankan, sumpah jabatan adalah kegiatan yang sangat penting dan acap kali terabaikan. "Saya meminta kepada OPD terkait untuk terus menggelar kegiatan itu, hingga seluruh PNS yang ada di Meranti telah disumpah seluruhnya," pinta Irwan.

Lebih jauh dijelaskannya, ASN merupakan sebuah profesi yang luar biasa, karena telah berhasil lolos dari saringan yang sangat ketat bersaing dengan ribuan bahkan jutaan peminat.

Dari sisi fasilitas dan kesejahteraan relatif baik jika dibanding karyawan swasta yang memiliki jam kerja lebih panjang dan memiliki target serta prosedur yang lebih ketat. Namun sayangnya banyak ASN kurang menyadari akan tanggung jawabnya.

"Saya harap setiap ASN dapat merenungkan bersama tugas dan tanggung jawabnya. Banyak yang kurang memahami profesi ASN yang sedang dijalaninya saat ini, padahal nasib daerah ini sangat tergantung pada ASN. Sementara Kepala Daerah hanya bertindak sebagai pengarah saja, sebaik apapun Kepala Daerah mengarahkan jika ASN malas dan kualitasnya rendah, maka kinerja akan tetap rendah," ujar Bupati.

Seiring akan diberlakukanya sistem penggajian oleh Kementerian PAN-RB dimana upah berbasis kinerja, Bupati berharap tidak ada lagi ASN yang malas-malasan yang akibatnya sangat merugikan daerah. Dicontohkan Bupati jika seorang guru pendidik malas mengajar maka akan mengakibatkan anak-anak di Meranti menjadi bodoh.

"Kita harus merenung siapa kita dan untuk apa kita ada, jika seorang guru ASN malas-malasan apa yang akan terjadi dengan anak didiknya kedepan tentu tidak akan berhasil," terang Bupati.

Selain itu, orang nomor satu di Kepulauan Merantio itu sangat berharap mulai saat ini seluruh ASN yang ada di Meranti dapat mengerahkan kemampunnya secara optimal dalam rangka menggesa pembangunan di Meranti. Dengan begitu jika dulunya pegawai berbondong-bondong study banding kedaerah lain, kini dengan baiknya kinerja Pemerintahan di  Meranti akan membawa daerah lain untuk study banding ke Meranti.

"Kita harus bisa merubah jika sebelumnya study banding ke daerah lain, kedepan daerah Meranti dapat menjadi daerah tujuan study banding," pungkasnya.

Penulis
: Rahmad
Editor
: Riki
Sumber
: Datariau.com
Tag:ASNPNS