BANGKINANG KOTA, datariau.com – Selama 162 hari Syahrial Abdi AP Msi memimpin Kabupaten Kampar sebagai Penjabat (Pj) Bupati Kampar. Selama itu pula, kinerja Syahrial menorehkan prestasi yang patut diacungkan jempol.
Bagaimana tidak, Syahrial selama memimpin Kampar diketahui sangat jarang berjanji-janji mengenai program kerja, melainkan langsung berbuat dan terbukti kerjanya.
Saat memulai tugasnya di Kampar pada 11 Desember 2016, Syahrial langsung melakukan berbagai pembenahan, diawali dengan penyelesaian APBD Perubahan Kabupaten Kampar tahun anggaran 2016. Dengan kegigihannya bersama tim yang ada, dalam waktu 10 hari APBD rampung dibahas bahkan menutup deficit yang terjadi Rp212 miliar lebih.
Pj Bupati juga sukses melakukan konsolidasi dengan lembaga parlemen di Kampar yakni DPRD Kabupaten Kampar, konsolidasi Forkopimda, KPU, Panwas dan insane pers di Kampar, dimana saat ia menjabat suasana politik di Kampar sedang marak-maraknya.
Konsolidasi tomasy, toga, todat, konsolidasi ASN, TNI, Polri juga sukses dia lakukan, hingga membentuk Forum Pilkada Damai.
Seiring berjalannya waktu, Syahrial terus bekerja, melakukan sinergitas perencanaan APBD 2017 antara Pemkab dan DPRD Kampar sesuai dengan aturan Permendagri. Pengesahan dan pengisian jabatan OPD baru sesuai PP 18/2016.
Pj Bupati juga sukses memeriahkan Hari Jadi Ke-67 kabupaten Kampar yang terselenggaran secara inovatif dan kreatif.
Pelaksanaan Pilkada serentak juga sukses, lancer, aman dan damai di Kampar berkat kerja keras Pj Bupati dan lembaga lainnya di Kampar yang ikut bekerja keras dalam pelaksanaan Pilkada.
Kesiapan dan penanganan bencana dan koordinasi pengelolaan bantuan bencana yang lebih baik, meminimalisir kerugian masyarakat juga berhasil dilakukan Pj Bupati Syahrial.
Perencanaan anggaran tahun 2018 sesuai ketentuan dan pelibatan bupati dan wabup terpilih ikut dalam proses perencanaan meski Pj Bupati belum dilantik saat itu.
Percepatan ganti rugi lahan untuk tranmisi 150 KV, penyelesaian penatausahaan asset kabupaten Kampar terhadap selisih kurang asset tetap senilai Rp470 milyar sejak tahun 2005.
“Alhamdulillah per tanggal 15 Mei berhasil kita telusuri hingga berkurang drastis menjadi hanya Rp16 milyar dan dalam 1 minggu terakhir kita tetap bekerja menelusuri lagi hingga tersisa Rp9 miliar saja,” urai Pj Bupati.
Kemudian peaksanaan MTQ ke-48 yang berlangsung sukses di tengah keraguan karena dilaksanakan pada kecamatan terjauh di Kampar menjadi prestasi yang membanggakan Pj BUpati.
Persiapan Kampar sebagai tuan rumah Porprov juga dilaksanakan Pj BUpati, pelimpahan kewenangan seluruh perizinan kepada Dinas PM-PTSP (Penanaman Modal-Pelayanan Terpadu Satu Pintu), dan membangun transparansi tata kelola pengawasan melalui program yang dibuat yakni Korsupgah KPK bidang Perencanaan, Procurement, Perizinan, Keuangan dan Aset.