Usai Sidak, Disperindag Pekanbaru Mulai Yakin Kalau Elpiji 3Kg Langka

1.492 view
Usai Sidak, Disperindag Pekanbaru Mulai Yakin Kalau Elpiji 3Kg Langka
Elpiji habis foto ilustrasi.
PEKANBARU, datariau.com - Sikap Disperindag yang selalu membantah jika adanya terjadi kelangkaan elpiji di Kota Pekanbaru, kini terbukti. Dimana, dalam sidak di lapangan, Selasa (4/11/2014) Disperindag menemukan beberapa agen yang kehabisan stok.

"Iya tadi ada yang kehabisan stok, seperti di Jalan Melati dan Meranti, Jalan Duraian, Jalan Kenanga, semua gas habis. Pangkalan rata-rata memasang pengumuman gas kosong," aku Elsabrina, kepada wartawan usai inspeksi mendadak ke sejumlah pangkalan dan agen elpiji di Pekanbaru siang tadi.

El kini baru sadar bahwa memang keluhan selama ini terbukti, namun dirinya merasa heran kenapa terjadi kelangkaan, padahal pasokan gas tidak pernah dikurangi perminggunya bagi setiap pangkalan. "Dari beberapa tempat yang disidak, memang pangkalan mengaku gas sedang habis," ulang El lagi keheranan.

Menurut El Sabrina, kekosongan ini sangat mencurigakan pihaknya, karena pasokan terus ada, sementara masyarakat menjerit. Untuk itu pihaknya sudah mengingatkan pangkalan harus menyalurkan gas langsung ke masyarakat tidak melayani pembelian jumlah banyak apalagi melayani untuk penjualan di warung.

"Kalau mereka kedapatan pangkalannya kita peringatkan. Kalau tetap bandel pangkalan bisa kita tutup," tegasnya.

Menurut El Sabrina, kelangkaan ini terjadi ada dugaannya permainan spekulan dan juga kekhawatiran masyarakat dan melakukan pembelian gas dalam jumlah banyak untuk stok.

"Kalau peredaran tabung itu distok 3 tabung di rumah oleh masyarakat otomatis yang beredar kurang. Sehingga berakibat stok kosong," ulasnya.

Sebelumnya, Disperindag menyangkal adanya informasi kelangkaan gas elpiji subsidi 3 kilogram. "Saya tak mau dikatakan kosong, pangkalannya dimana? Alamat lengkap. Kalau yang resmi tak ada yang kosong, ada terus kok," ungkap Kadisperindag El Sabrina, saat dikonfirmasi melalui selulernya, beberapa waktu lalu.

Menurut El Sabrina, dari 600 pangkalan dan 12 agen elpiji di Kota Pekanbaru pasokannya selalu ada. Untuk itu, El Sabrina tidak mau dengar kalau ada pengakuan langka namun tidak disebutkan lokasi kelangkaan secara lengkap.

"Dari data yang kita lakukan, tak ada pangkalan resmi itu yang kosong. Jadi tolong jangan difolow-up berita-berita yang membuat panik masyarakat," ujar El lagi.

Menurut El Sabrina, memang bisa jadi di suatu pangkalan terjadi kekosongan pasokan akibat pangkalan tersebut tidak resmi. Karena, dikatakan El Sabrina, saat ini tidak diperbolehkan lagi gas elpiji dijual di kedai-kedai, harus di pangkalan.

"Karena bisa merusak sistim harga. Maka itu tidak diperbolehkan, harus dibeli melali pangkalan resmi yang ada plangnya dan izin dari Disperindag," terang El Sabrina.

Disinggung mengenai jumlah pengguna elpiji subsidi di Kota Pekanbaru, El Sabrina mengatakan tak ada data baru. Ia masih menggunakan data lama saat adanya konversi minyak tanah ke elpiji oleh pemerintah pada 2007 silam.

"Waktu itu ada 123 ribu KK. Kalau terbaru kita belum mendata lagi. Kita tak berharap ada migrasi pengguna gas 12 kilo ke gas elpiji subsidi 3 kilo," ujar El Sabrina lagi.

Pernyataan El Sabrina ini bertolak belakang dengan kondisi di lapangan. Seperti di daerah Kelurahan Simpang Baru, Panam Kecamatan Tampan, masyarakat mengeluh untuk mendapatkan gas elpiji tersebut.

"Bahkan di pangkalan pun tak ada. Saya beli biasa di pangkalan elpiji yang ada plang namanya di Jalan Suka Karya, juga kosong di sana pada Sabtu kemarin," ujar salah seorang masyarakat, Ucok.

Demikian juga warga lainnya Marshal, ia kesulitan mendapatkan elpiji karena harus berjalan berkilo-kilo meter baru lah sampai ke pangkalan elpiji.

"Biasa ada di warung depan rumah, tapi sekarang kosong, katanya di pangkalan ada. Saya cari lah di pangkalan dengan Suka Karya ini, rupanya kosong juga. Bayangkan saya tinggal di Karya Baru, nyari gas ke sini, kan jauh rupanya kosong juga," keluhnya saat berbincang akhir pekan lalu. (rik)

Tag:elpiji
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)