Bocah SD di Pekanbaru Meninggal Dunia, Paru-paru Dipenuhi Asap

1.586 view
Bocah SD di Pekanbaru Meninggal Dunia, Paru-paru Dipenuhi Asap
Bocah 9 tahun meninggal dunia. (foto: halloriau.com)
PEKANBARU, datariau.com - Bocah Sekolah Dasar (SD) berumur 9 tahun, Ramadhani Lutfi Aerli meninggal dunia subuh tadi, Rabu (21/10/2015).

Bocah ini tewas di tengah kumpalan kabut asap yang menyelimuti kota kediamannya, Pekanbaru. Diduga penyebab tewasnya Ramadhani karena asap. Bocah malang ini adalah korban ketiga racun dari asap sisa Karhutla yang mengepung Riau selama 2 bulan ini.

Dari keterangan dokter yang menangani Lutfi di Rumah Sakit, terjadi penipisan oksigen di paru-paru, yang terlihat dari hasil rontgen.

Lutfi yang merupakan putra dari Eri Wiria, warga Jalan Pangeran Hidayat Gang Nikmat, Pekanbaru ini sempat dirawat di Rumah Sakit Santa Maria karena kejang-kejang.

Kata sang Ayah saat ditemui di rumah duka, sehari sebelumnya, Lutfi sempat muntah-muntah dan kesulitan bernafas. Pihak RS memberikan penanganan medis hingga dirontgen.

Menurut penuturan Eri juga, hasil rontgen itu menunjukan adanya penipisan oksigen di Jantung Lutfi. Pada rontgen itu juga jelas tergambar paru-paru Lutfi dipenuhi asap.

"Sempat kejang-kejang, jam 11 malam dilarikan ke Santa Maria, diinfus. Sempat dipompa oksigen. Dokter menjelaskan seperti ada awan di paru-paru. Hasil rontgen menunjukan oksigen telah tipis," terang Eri. (rik)


JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)