DATARIAU.COM - Tangisan, rintihan, aliran darah masih membasahi bumi Palestina. Mayat yang bertebaran bagaikan daun berguguran masih terus memenuhi bumi Palestina. Penghuni Palestina bukanlah para Malaikat ataupun Nabi, namun manusia biasa yang memiliki fitroh yang sama dengan manusia di negara-negara muslim lainnya. Namun begitu cintanya mereka dengan bumi tempat mereka tinggal, mereka tetap mempertahankannya meskipun harus meregang nyawa.
Pada Jumat (8/8/2025) lalu, kabinet Israel telah menyepakati rencana merebut sepenuhnya Gaza. Saat bersamaan, Israel akan memperluas operasi militernya di wilayah Palestina itu. "IDF (militer Israel) akan bersiap untuk mengambil kendali Gaza City sembari menyediakan bantuan kemanusiaan bagi populasi sipil di luar zona pertempuran," kata Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu. (Kumparan News).
Negara-negara di belahan dunia telah menyaksikan begitu brutalnya Zionis menyerang Palestina, namun hanya kecaman yang mereka lakukan. Hal demikian terlihat saat Kepala Hak Asasi Manusia (HAM) PBB Volker Turk pada Jumat (8/8/2025) mengecam rencana Israel untuk mengambil alih sepenuhnya Jalur Gaza secara militer dan mendesak agar rencana tersebut segera dihentikan. Hal yang sama juga dilakukan oleh Kementerian Luar Negeri Turki, Inggris, Australia dan China.
Indonesia juga melakukan kecaman terhadap Zionis, dan pemerintah Indonesia mendorong solusi dua negara. Berharap dari solusi ini keberadaan Palestina diakui oleh semua negara, gencatan senjata dan kekerasan dapat dihentikan dan rakyat Palestina dapat menentukan masa depannya. Namun sungguh disayangkan kecaman yang dilakukan oleh negara dari penjuru dunia tidak menghentikan serangan Zionis terhadap Palestina, bahkan Zionis berupaya akan menguasai Palestina secara totalitas.
Jika kita cermati secara mendalam pernyataan Netanyahu terkait full occupation, sebenarnya adalah upaya untuk menggiring opini, bahwa selama ini Zionis tidak ingin mengambil alih Gaza. Ditambah Netanyahu juga menegaskan bahwa Israel tidak berencana memerintah Gaza secara langsung, tetapi menyerahkan wilayah itu kepada kekuatan Arab. Pernyataan ini semakin menguatkan kepada kita, bahwa Zionis perlahan-lahan akan mengambil alih Palestina.
Semakin merananya kondisi Palestina, seharusnya umat muslim semakin menyadari bahwa penjajahan Palestina oleh Zionis sudah berjalan selama 75 tahun lalu. Gaza menjadi sasaran perluasan wilayah jajahan Zionis. Kecaman yang dilakukan oleh berbagai negara tidak sedikitpun menghentikan serangan dan jajahan Zionis terhadap Palestina. Hal ini membuktikan bahwa solusi untuk Palestina bukanlah kecaman namun hanya dengan kekuatan militer dan jihad fii sabilillah.
Jihad fii sabilillah hanya bisa dilakukan adanya komando resmi dari seorang pemimpin. Hal ini akan berlaku jika pemerintahan menerapkan hukum-hukum Islam secara totalitas. Umat juga harus memahami dan mengembalikan pemahaman yang benar terkait Islam tidak hanya agama ritual saja, namun Islam adalah agama yang dari akidahnya melahirkan peraturan-peraturan kehidupan. Dengan kata lain Islam adalah sebuah ideologi.
Untuk mengembalikan kembali ideologi Islam, maka umat harus melakukan aktivitas penyadaran di tengah-tengah umat. Aktivitas yang dilakukannya bukanlah secara individu namun harus dilakukan dengan sebuah jamaah ataupun kelompok yang memperjuangkan kehidupan Islam untuk tegak kembali. Sebagaimana perintah Allah agar umat muslim bersama-sama melakukan amar makruf nahi mungkar.
"Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh (berbuat) yang makruf, dan mencegah dari yang mungkar; merekalah orang-orang yang beruntung." (Ali Imran:104).
Begitu tampak jelas, saat ini Palestina membutuhkan bersatunya umat di seluruh penjuru dunia. Persatuan umat dapat terwujud tatkala hadirnya institusi Islam. Ketika umat sudah bersatu di bawah kepemimpinan Islam, maka umat akan menyatukan kekuatan untuk berjihad mengusir Zionis dari bumi Palestina. Maka dari itu, harus segera melakukan penyadaran di tengah-tengah umat agar umat memahami pentingnya mengembalikan kembali kepemimpinan Islam.***