Peringatan Hari Bumi 2022: Pemanasan Global dan Dampak Perubahan Iklim

Admin
797 view
Peringatan Hari Bumi 2022: Pemanasan Global dan Dampak Perubahan Iklim

DATARIAU.COM - Tepat pada tanggal 22 April lalu diperingati sebagai Hari Bumi Sedunia (Earth Day). Pada setiap tahunnya peringatan ini mengangkat tema dan isu yang berbeda beda. Pemanasan global dan perubahan iklim adalah satu isu lingkungan utama yang dihadapi dunia saat ini. “Invest in Our Planet” merupakan tema yang diangkat pada tahun ini yang memiliki arti memperbaiki planet kita. Bertepatan dengan ini banyak masyarakat dan pengguna media sosial memberikan ucapan pada platform media sosialnya masing masing.

Tidak cukup hanya dengan memberikan ucapan saja, sebagai manusia yang tinggal di bumi akan jauh lebih baik jika mengetahui apa sebenarnya penyebab dari perubahan iklim tersebut. Dengan dibekali ilmu pengetahuan tentang perubahan iklim di tengah tengah masyarakat dunia, setidaknya memberikan harapan untuk mengurangi pemanasan global dan perubahan iklim yang berbahaya bagi umat manusia. Berperilaku bijak dalam menjaga bumi dapat membuat keberlangsungan hidup terasa aman dan nyaman.

Perubahan iklim adalah fenomena pemanasan global yang disebabkan oleh naiknya penggunaan gas rumah kaca pada lapisan atmosfer. Ketidakseimbangan ekosistem dibumi mengakibatkan naiknya suhu rata rata atmosfer, laut dan daratan. Meningkatnya emisi gaskarbondioksida, metana, dinotooksida, hidrofluorokarbon, pelfluorokarbondan sulfurdi atmosfer adalah penyebab naiknya suhu rata rata permukaan bumi. Salah satu emisinya adalah pembakaran bahan bakar fosil serta penggudulan dan pembakaran hutan.

Penyebab Pemanasan Global

Menurut Gealson (2007) dalam bukunya yang berjudul What’s Up With Global Warming, “Efek rumah kaca merupakan salah satu penyebab pemanasan global. Semakin banyaknya gas rumah kaca, maka meningkatlah konsentarsi ozon yang bereaksi. Akibat dari konsentrasi lapisan ozon ini terjadinya penurunan konsentrasi ozon di stratosfer. Lubang O3 ini menimbulkan radiasi ultraviolet dari matahari yang memiliki intensitas besar dan memasuki bumi sehingga suhu bumi menjadi naik. Faktor penyebab dari pemanasan global lainya adalah penggunaan bahan bakar bensin. Bahan bakar bensin yang digunakan oleh kendaraan bermotor menimbulkan gas karbondioksida. Gas yang dihasilkan ini akan menangkap cahaya panas dan akan terperangkap di bumi tidak dapat disalurkan ke luar angkasa. Akibatnya membuat udara yang ada di bumi menjadi buruk dan berpolusi”.

Faktor lainya yang menyebabkan pemanasan global adalah penggunaan listrik yang boros. Dampak buruk dari penggunaan listrik yang berkebihan adalah penguapan listrik terlalu sering digunakan, hal ini menambah gas karbondioksida ke bumi yang dapat merusak lingkungan. Polusi metana merupakan salah satu faktor penyebab pemanasan global. Gas ini berasal dari bahan organik yang digunakan untuk pemecahan bakteri dalam pertanian, perkebunan, dan peternakan. Metana digolongkan penyebab pemanasan global karena memerangkap panas dalam atmosfer.

Dilansir dari salah satu media suara.com, sampahdan sisa makanan manusia termasuk salah satu penyebab pemanasan global, karena menghasilkan metana. Perilakuyang konsumtif, sampah plastik, gas industri, chlorofluorocarbon(CFC) yang tidak terkontrol, penggudulan dan penyempitan lahan hutan, berikut ini merupakan faktor penyebab pemanasan global yang tidak kalah berbahaya. Untuk itu kita sebagai menusia haruslah cermat dan tidak berlebihan dalam menggunakan sesuatu.

Dampak Perubahan Iklim

Ancaman terbesar bagi planet bumi adalah perubahan iklim yang disebabkan oleh buatan manusia. Hal ini tentu tidak sepele atau hanya sekedar fiksi. PBB pun telah mengambil sikap yang mengharuskan setiap kalangan bertindak, jangan sampai terlambat untuk membatasi pemanasan global hingga 1,5 derajat. Dikutip dari The Nasional News, Jumat 22 April 2022 Sesuai dengan kata Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres, ”Inilah yang dikatakan sains kepada kita akan dihasilkan dari kebijakan energi saat ini. Kami beradadi jalur menuju pemanasan global yang lebih dari dua kali lipat batas 1,5 derajat Celcius yang disepakati di paris pada 2015”.

Terdapat beberapa dampak bahaya dari perubahan iklim dari pemanasan globaldiantaranya adalah, mencairnya glester atau es yang menimbulkan naiknya intensitas air laut. Kenaikan suhu air laut yang mengakibatkan sebagian besar punahnya kehidupan di laut. Terjadinya badai yang mematikan,iklim panas dan curah hujan yang lebat yang menimbulkan banjir dan rusaknya ketahanan pangan. Punahnya berbagai flora dan fauna serta cuaca ekstrem. Sangat banyak dampak yang berbahaya yang ditimbulkan oleh fenomena pemanasan global.

Bencana yang diakibatkan oleh perubahan iklim merupakan ancaman nyata yang sangat merugikan. Sebagai salah satu contohnya adalah banjir rob yang terjadi di Semarang, Jawa Tengah. Rob adalah banjir di tepi pantai yang diakibatkan oleh tingginya permukaan air laut dan melewati batas bibir pantai atau pesisir pantai. Dilansir dari Liputan 6.com, Menteri PUPR (Pekejaan umum dan perumahan rakyat) Basuki Hadimuljono mengatakan “Parapet (pembatas) yang dibangun berdasarkan data terakhir banjir rob setinggi sekitar 1,8 meter di atas muka laut, pasang naiknya, sehingga kita bikin parapet 2 meter. Namun karena fenomena perubahan iklim air pasang tinggi melebihi jadi 2,1 meter.

Selain banjir rob yang terjadi karena naiknya permukaan air laut, dampak lain dari perubahan iklim yang tidak kalah membahayakan adalah wabah penyakit. Perubahan suhu, kelembaban udara,dan curah hujan yang ekstrem akan mengakibatkan nyamuk lebih sering bertelur sehingga vektor penyakit yang ditularkan oleh nyamuk ikut bertambah. Wabah penyakit yang terjadi negara tropis khusunya di Indonesia sendiri adalah penyakit yang menyebar melalui nyamuk seperti Malaria, Demam Berdarah Dengue (DBD), demam kuning, dan cikungan. Fenomena dari pemanasan global sangat nyata berpengaruh terhadap keganasan penyakit. Para ilmuan juga memprediksi akan meningkatnya penyakit alergi, penyakit pernapasan dan radang selaput otak, hal ini karena udara yang lebih hangat akan memperbanyak polutan. Pemanasan global yang berdampak pada bencana alam seperti banjir akan memicu berbagai masalah kesehatan masyarakat dan menimbulkan berbagai jenis penyakit seperti diare, asma, kanker kulit dan penyakit paru.

Menimalisir Pemanasan Global

Sebagai manusia yang tinggal di bumi kita harus peduli terhadap lingkungan hidup. Agar keberlangsungan kehidupan tetap terjaga keamanan dan kenyamanannya. Lebih bijak dalam berpikir dan mengambil langkah.Mengingat pemanasan global bukanisu baru bagi dunia membuat setiap kalangan terutama pemerintah yang ada di Indonesiamelakukan upaya dan program untuk mengantisipasi untuk menimalisir dampak dari pemanasan global ini.

JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)